Heboh Ramalan Komik! JMA Bantah Kaitan Manga dengan Gempa di Jepang
begini penjelassn JMA soal ramalan gempa di Jepang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Badan Meteorologi Jepang (JMA) secara tegas membantah adanya hubungan antara isi sebuah komik manga dengan rentetan gempa bumi yang mengguncang gugus kepulauan Tokara di barat daya Jepang belakangan ini. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik setelah kemunculan prediksi dalam manga yang dianggap "mencurigakan akurat".
Pejabat JMA, Ayataka Ebita, menjelaskan bahwa segala dugaan mengenai keterkaitan gempa dengan ramalan dari manga hanyalah kebetulan. “Itu murni kebetulan, tidak ada hubungan sebab-akibat sama sekali,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu.
Ramalan dalam Komik Picu Kepanikan
Isu ini mencuat setelah komik berjudul The Future I Saw karya Ryo Tatsuki kembali viral. Dalam komik tersebut, digambarkan akan terjadi sebuah "bencana besar" pada 5 Juli, tepat bertepatan dengan terjadinya gempa magnitudo 5,4 di wilayah Tokara, Sabtu pagi.
Komik ini sebelumnya mendapat sorotan karena pernah memuat "ramalan" tentang tragedi besar pada Maret 2011, yang kebetulan bertepatan dengan gempa dan tsunami yang melanda timur laut Jepang serta menyebabkan bencana nuklir Fukushima.
JMA: Teknologi Belum Bisa Prediksi gempa
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Ebita menegaskan bahwa hingga saat ini, teknologi gempa bumi belum mampu memprediksi secara akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.
"gempa bumi bisa terjadi kapan saja di Jepang. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada dan siaga setiap saat," ujarnya.
Rangkaian gempa Masih Terus Terjadi
gempa bermagnitudo 5,4 pada Sabtu pagi terjadi pukul 06.29 waktu setempat, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 19 kilometer. Ini merupakan bagian dari lebih dari 1.300 gempa yang tercatat sejak 21 Juni 2025 di wilayah tersebut.
Sehari sebelumnya, gempa magnitudo 5,5 mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan tingkat 6 pada skala intensitas gempa Jepang. Pusat gempa berada di kedalaman 20 kilometer.
Warga Pulau Akuseki Dievakuasi
Dampak dari rentetan gempa ini memaksa puluhan warga Pulau Akuseki mengungsi ke wilayah Kagoshima di Pulau Kyushu pada Jumat. Pulau kecil yang hanya memiliki luas kurang dari 8 kilometer persegi dan populasi sekitar 89 orang itu mengalami guncangan paling parah dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah setempat terus memantau perkembangan dan telah memulai proses evakuasi serta penanganan darurat untuk mengurangi risiko bagi warga.
Editor : Firda Rachmawati

