Helikopter Mendarat di Pasar Barukai Cisarua hingga Kios Pedagang Porak Poranda

Helikopter mendarat di Pasar Barukai Cisarua KBB buat kios pedagang porak-poranda. Hembusan angin kencang terbangkan atap asbes.

Helikopter Mendarat di Pasar Barukai Cisarua hingga Kios Pedagang Porak Poranda
Helikopter Mendarat di Pasar Barukai Cisarua hingga Kios Pedagang Porak Poranda

INILAHKORAN.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan Pasar Barukai, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis (30/7/2026). 

Pendaratan sebuah helikopter di sekitar area pasar menyebabkan sejuta masalah bagi warga setempat setelah helikopter tersebut membuat porak-poranda kios-kios pedagang.

​Peristiwa ini mendadak menjadi sorotan publik usai diunggah oleh akun Instagram @cisaruaupdate.

​Atap Asbes Terangkat dan Kios Rusak

​Berdasarkan informasi dari unggahan tersebut, kuatnya terpaan angin yang dihasilkan dari putaran baling-baling helikopter saat hendak mendarat (downwash) berimbas langsung pada bangunan pedagang sekitar.

​Sejumlah atap kios yang terbuat dari bahan asbes terlihat terangkat hingga terlepas, memicu kerusakan materiil pada bangunan kios warga di Pasar Barukai.

​"Pendaratan Helikopter pada Kamis 30/7/2026, di sekitar Pasar Barukai Cisarua - Kab. Bandung Barat, membuat porakporanda kios pedagang. Angin dari baling-baling pesawat helikopter membuat sejumlah atap asbes kios terangkat hingga mengalami kerusakan," tulis keterangan dalam unggahan viral tersebut.

​Belum Ada Clarifikasi Pihak Terkait & Reaksi Netizen

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan atau klarifikasi resmi dari pihak pemilik/pengoperasional helikopter maupun otoritas setempat terkait alasan pendaratan di dekat pemukiman dan pasar padat penduduk tersebut.

​Kejadian ini pun menuai beragam reaksi dan kritik tajam dari para netizen yang menyayangkan pemilihan lokasi pendaratan yang dinilai membahayakan dan merugikan masyarakat sekitar.

​"Mikir atuh, helikopter turuninnya di tempat yang lapang bukan pasar, miris," tulis salah seorang netizen di kolom komentar.


Editor : Firda Rachmawati