Hijrah, Angin Baru Kehidupan Selebritas

Hijrah, Angin Baru Kehidupan Selebritas
Para artis hijrah ketika berkumpul dalam satu majelis. (Twitter)

MENEKUNI agama membuat kehidupan artis jauh lebih tenang. Rerata mereka masih berusia muda. Bukan fenomena, hijrahnya artis adalah kebutuhan.

Pernyataan itu meluncur datar dari mulut Roger Danuarta. Saat ini, wajahnya sangat jarang muncul di publik. Padahal, dekade 2000-an, wajahnya hampir tiap hari wira-wiri di layar televisi.

“Hati saya sangat tersentuh ketika melihat teman-teman terdekat saya, teman sesama kerja sehari-hari, bagaimana cara hidup seorang muslim,” katanya melalui sebuah rekaman video.

Dulu, meski kemampuan berkeseniannya juga tidak istimewa, Roger Danuarta figur publik populer. Tapi, sekali waktu, langkah putra pemilik salon ternama di Jakarta itu, terantuk. Dia terlibat narkoba dan diciduk polisi.

Lama tak terdengar, muncul-muncul, dia justru membawa angin baru bagi kehidupannya. Dia memutuskan memeluk Islam. Dia belajar dari hal-hal mendasar. Belajar salat. Hadir di sejumlah pengajian. Dia merasakan hidup baru yang damai.

“Saya ikut merasakan damainya salat. (Ada) ketenangan yang diberikan kepada diri saya. Itu yang membuat saya semakin jatuh cinta menjadi seorang muslim yang baik,” katanya.
Ada yang menyebutnya sebagai fenomena. Kalaupun benar, ini bukan fenomena yang dibuat-buat. Dia terjadi begitu saja. Lebih tepatnya, ini kebutuhan para artis dan selebritis mengisi jiwanya yang terasa kosong selama ini.
“Fenomena hijrah artis bergemuruh bagai tsunami. Teman artis biasanya beritanya berantem dan narkoba. Tapi di sisi lain banyak artis hijrah memaknai dunia entertain dengan baik serta banyak film dan sinetron dibuat dengan nuansa Islami. Gelombang hijrah dunia entertain luar biasa,” ucap artis televisi Dude Harlino, yang sudah lama hijrah.

Derasnya gelombang hijrah diharapkan dibarengi dengan semangat istiqomah para artis. Dengan begitu, niat belajar ilmu agama akan selalu membuat tenang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Karena berasal dari profesi yang sama, mereka pun memiliki kelompok pengajian sendiri. Beragam nama dan anggotanya. Salah satunya Kajian Musyawarah. Mereka bisa melakukan pengajian di mana saja. Bisa di Jakarta, atau di luar kota.

Beberapa artis dan selebritis hijrah berada dalam kelompok pengajian ini. Ada Teuku Wisnu, Irwansyah, Ricky Harun, hingga Arie Untung.

Reino Barack, pengusaha yang juga merupakan putra pengusaha papan atas Rosano Barack, termasuk ikut pula dalam pengajian ini. Sekali waktu, dia terlihat dalam aktivitas Kejian Musyawarah di Medan, Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, suami ikut mengaji. #Masha Allah,” tulis Syahrini, artis penyanyi yang dinikahi Reino Barrack di Tokyo pada 27 Februari lalu.

Hijrah, termasuk mengubah gaya hidup yang biasanya hedonis menjadi Islami, menurut Dimas Seto, adalah kebutuhan. Disebut fenomena hanya karena banyaknya artis yang mengubah pemahaman beragama dan gaya hidupnya dan terlihat oleh publik.

“Alhamdulilah, teman-teman sudah bersedia hijrah ke gaya hidup Islami. Hijrah itu adalah kebutuhan. Nggak bisa dipungkiri, agama itu berperan penting dalam kehidupan,” kata Dimas di Jakarta, Jumat (26/4).

Aktor film dan sinetron yang lebih aktif dalam bisnis kuliner dan fesyen itu mengatakan hijrah ke gaya hidup yang lebih Islami membutuhkan lingkungan pendukung. Pria berusia 39 tahun itu pun membagi sejumlah kiat agar tetap konsisten atau istiqomah untuk tetap menjalani gaya hidup Islami.

“Minta kepada Allah SWT, untuk diberi hidayah. Karena jika kita meyakini itu, mudah-mudahan kita siap melangkah, mengambil keputusan di jalan yang mendapatkan rida Allah,” kata suami selebritas Dhini Aminarti itu.

Seseorang yang ingin hijrah ke gaya hidup lebih Islami, menurut Dimas, harus selalu berdoa agar dapat selalu dekat dengan orang-orang yang mendukung keimanan.

“Agama itu membuat kita semakin keren, semakin gaul, dan semakin kaya. Itu yang harus kita yakini,” ujar Dimas tentang kebutuhan tentang hijrah ke gaya hidup Islami.
Kiat lain adalah memanfaatkan aplikasi ponsel pintar  untuk berbagi informasi terkait kegiatan keagamaan. “Sepertinya jika tidak hijrah, kita akan kehilangan banyak teman. Jika lingkungan mendukung, tunggu apa lagi,” ujarnya.

Namun, Dimas mengatakan perubahan gaya hidup yang lebih Islami tidak dapat dilakukan secara instan. “Misalnya dari nol langsung berubah 180 derajat,” katanya. (Ing)


Editor : Bsafaat