Hima Agri UMBandung, Wadah Mahasiswa Tumbuhkan Kreativitas dan Intelektual

Banyak sekali Himpunan Mahasiswa (Hima) yang berperan aktif untuk memajukan organisasi kemahasiswaan. Salah satunya adalah Hima Agri Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung).

Hima Agri UMBandung, Wadah Mahasiswa Tumbuhkan Kreativitas dan Intelektual
Himpunan Mahasiswa (Hima) Agri UMBandung. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Banyak sekali Himpunan Mahasiswa (Hima) yang berperan aktif untuk memajukan organisasi kemahasiswaan. Salah satunya adalah Hima Agri Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung).

Hima Agri UMBandung memiliki jumlah mahasiswa 56 anggota. Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama, anggotanya yaitu mahasiswa yang terdaftar di jurusan agribisnis yang membedakan adalah statusnya, antara pengurus dan anggota biasa, serta dari tugas atau dari hak dan kewajibannya.

"Dari 56 mahasiswa itu terdiri dari angkatan satu sampai lima, dari angkatan 2016, 2017, 2018, 2019, 2020," kata Ketua Bidang Organisasi, Ghita Dwi Saputri, di Kampus UMBandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, Cipadung Kidul, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/11/2020).

Dia mengatakan Hima Agri UMBandung memiliki sejumlah kegiatan yang bisa diikuti mahasiswanya. Seperti kegiatan internal terdiri dari kegiatan untuk membangun dan mengembangkan minat, bakat mahasiswa serta mengimplementasikan peran dan fungsi mahasiswa.

Kegiatan internal seperti makrab dilakukan untuk mempererat tali persaudaraan, dilaksanakan di dalam dan di luar kampus. Dapat berupa diskusi santai sambil ngopi, pergi ke vila atau camping bersama sambil diskusi program kerja atau kegiatan lain untuk Hima Agri baik berkontribusi di dalam kampus dan luar kampus.

"Diskusi mengenai minat bakat di bidang pertanian seperti kegiatan onfarm, menanam hidropik, pengembangan bisnis melalui usaha-usaha rintisan mahasiswa, politik, jurnalisme dan lainnya, yang pastinya topik yang dibahas masih seputar agribisnis atau bidang pertanian," ucap Ghita.

Selain itu kata Ghita, ada kegiatan yang namanya KAWANOHAN, biasanya kajian rutin seputar agribisnis, kemuhammadiyahan, politik, organisasi, bisnis. Semua hal dan isu yang dapat dibahas agar mahasiswa agribisnis dapat berperan sesuai dengan tugas dan fungsinya serta dalam kapabilitas dirinya sebagai mahasiswa agribisnis.

Tak hanya itu, ada kegiatan coaching bisnis, seperti menulis proposal bisnis, cara mengembangkan bisnis di bidang pertanian, dan mengikuti berbagai macam bazar gelar produk-produk pertanian. Selain itu, ada kunjungan yang dilakukan kepada para pembisnis di bidang agribisnis sebagai sarana untuk memotivasi mahasiswa, belajar dari yang sudah berpengalaman, membuka relasi dengan pembisnis lebih luas lagi.

Kegiatan lainnya sebagai peran mahasiswa yang peduli lingkungan dengan membuat Gerakan Bye Plastik, dengan isu lingkungan terutama sampah plastik. Gerakan ini sebagai upaya pengurangan sampah plastik yang sulit terurai dan memanfaatkan sampah plastik dengan mendaur ulang sampah tersebut menjadi barang-barang yang lebih berarti bahkan mempunyai nilai jual.

"Selain itu, Hima Agri mempunyai desa binaan di Pangalengan sebagai sarana mengimplementasikan ilmu yang di dapat dengan aplikasi di dunia nyata, dari mulai onfarm, pengembangan bisnis, hingga pemasaran. sehingga para mahasiswa dapat menjalin komunikasi yang baik dengan petani, pembisnis di bidang pengolahan produk pertanian, masyarakat luas," paparnya.

Menurut Ghita, tujuan dari Hima Agri UMBandung adalah bisa berkreatif, berintelektual, dan progresi di bidang agribisnis dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman yang sesuai dengan Al-Quran dan sunah sebagai implementasi tri dharma perguruan tinggi yang berasaskan Pancasila.

"Hima Agri bersifat kekeluargaan dan kemitraan. Fungsinya yaitu sebagai penyalur aspirasi mahasiswa agribisbis, wadah pembinaan minat dan bakat mahasiswa, pemersatu antara mahasiswa agribisnis," ucapnya.

Kendala yang dihadapi oleh anggota kata Ghita, dari segi biaya untuk mendukung semua kegiatan masih terbatas, sehingga dana masih dicari dengan mandiri atau mencari sponsor dari pihak luar selain kampus, serta SDM yang masih sedikit karena masih organisasi baru, kekurangan massa jika ada berbagai kegiatan yang harus diikuti.

"Kendala para mahasiswa membagi waktunya dengan perkuliahan, dan mahasiswa agribisnis ada juga yang sambil bekerja dan membangun bisnis, sehingga manajerial waktunya sedikit sibuk," imbuh Ghita.

"Mudah-mudahan dapat membantu mewujudkan visi kampus dan program studi untuk menjadi Agri technopreneur yang Islami," pungkas Ghita. (okky adiana)


Editor : suroprapanca