Hingga September 2024, BPBD Kota Bogor Tangani Lebih Dari 500 Bencana dan 3.000 Lebih Warga Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Bogor mencatat telah menangani 531 kejadian bencana dalam kurun waktu Januari hingga September 2024. 

Hingga September 2024, BPBD Kota Bogor Tangani Lebih Dari 500 Bencana dan 3.000 Lebih Warga Terdampak
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatulloh menuturkan, peristiwa paling banyak terjadi ialah tanah longsor sebanyak 212 kejadian. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Badan Penanggulangan bencana Daerah BPBD Kota Bogor mencatat telah menangani 531 kejadian bencana dalam kurun waktu Januari hingga September 2024. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Hidayatulloh menuturkan, bencana paling banyak terjadi ialah tanah longsor sebanyak 212 kejadian.

"Selain itu, terbanyak angkanya ada bangunan bangunan roboh 130 kejadian, pohon tumbang 111 kejadian, kebakaran 28 kejadian, banjir 20 kejadian dan angin kencang 15 kejadian," katanya, Minggu 13 Oktober 2024.

Dia memaparkan, selain mencatat bencana alam dan non alam, BPBD Kota Bogor juga melaksanakan evakuasi hewan sebanyak sembilan kali.

"Kemudian turut melakukan upaya pencarian dan penyelamatan sebanyak tiga kali. Serta melakukan upaya penanganan lain satu kali," paparnya.

Dia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir, BPBD Kota Bogor mengirimkan bantuan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan akibat berkurangnya curah hujan. Selain itu faktanya wilayah tersebut belum masuk aliran pipa air Perumda Tirta Pakuan.

"Jadi kami kirim sesuai permintaan. Karena memang di beberapa lokasi kawasannya belum diintervensi oleh PDAM Tirta Pakuan," jelasnya.

Dari ratusan bencana tersebut, 3.165 warga dari 956 kepala keluarga (KK) terdampak. Sebanyak 32 orang di antaranya mengalami luka ringan, 17 orang luka berat dan 7 orang meninggal dunia.

"Di samping itu, sebanyak 312 rumah warga mengalami kerusakan akibat diterpa bencana. Ratusan rumah ini tersebar di enam kecamatan SeKota Bogor. Rinciannya 126 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak sedang dan 76 rumah rusak berat," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani