Soroti Tingginya Angka Pengangguran di Jabar, Ilham Habibie: Tak ada Solusi Instan, Tapi Berkala
Tingginya angka pengangguran dan sulitnya mencari pekerjaan yang tengah menjadi persoalan di Jabar tak luput dari sorotan calon wakil gubernur Jabar nomor urut 3, Ilham Habibie.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Tingginya angka pengangguran dan sulitnya mencari pekerjaan yang tengah menjadi persoalan di Jabar tak luput dari sorotan calon wakil gubernur Jabar nomor urut 3, Ilham Habibie.
Meski begitu, putra sulung mendiang Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie itu menilai tak ada solusi instan untuk mengatasi pengangguran di Jawa Barat. Namun, Ilham Habibie mengaku ada solusi berkala yang bisa diterapkan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jabar pada Mei 2024 adalah 6,91 persen dengan jumlah angkatan kerja mencapai 25,88 juta orang.
"Terkait pengangguran dan lapangan kerja, tidak ada solusi instan. Adanya solusi yang bertahap," kata Ilham Habibie kepada wartawan di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat baru-baru ini.
Ilham Habibie mengungkapkan, saat ini banyak perusahaan industri yang sedang melakukan pengurangan pegawai dengan cara PHK.
"Kita lihat di Jabar ada banyak pengurangan karyawan dalam bentuk PHK, itu harus kita hentikan. Banyak yang sedang melajukan hal itu sekarang, dan itu berasal dari sektor Tekstil Produk Tekstil (TPT)," ungkapnya.
Menurutnya, iklim pasar di tanah air yang sedang tak menentu menjadi penyebab produk luar negeri yang masuk secara legal maupun ilegal.
Selain itu, harga jualnya jauh di bawah harga pasaran normal.
"Dimana bagian itu tidak kecil, sehingga kita harus mencegah impor apalagi yang ilegal. Apalagi ini kan ada kemungkinan juga harganya tidak wajar," tuturnya.
"Kalau seperti ini, sebetulnya bisa kita adukan ke World Trade Organization (WTO)," sambungnya.
Ilham Habibie pun menyayangkan upaya yang dilakukan tersbeut baru pada tahap menyetop tren PHK yang sekarang sedang marak terjadi di Jawa Barat dan berujung pada angka pengangguran yang kian bertambah.
"Nah itu baru soal trennya dulu. Kemudian soal pertumbuhan lapangan kerja, itu perlu waktu yang panjang," ungkapnya.
"Apalagi sekarang fasenya lagi agak lesu karena kita berada di momen pergantian kepemimpinan," sambungnya.
Pada momen ini, sambung Ilham, investor, pengusaha, pelaku bisnis, masih melihat pemimpin yang baru. Bagaimana kebijakannya, kalau itu sudah jelas mudah-mudahan tahun depan ekonomi di Jabar ada dorongan lebih sehat.
"Di situ momentum kita merencanakan lahirnya tempat kerja dan lapangan kerja baru di semua sektor," katanya.
Editor : Doni Ramdhani

