HIPMI Bandung Gandeng BBPVP, Program Wirakarya 2026 Siapkan Wirausaha Baru

Di tengah tantangan ekonomi dan ketatnya persaingan kerja, BPC HIPMI Kota Bandung mengambil langkah konkret, dengan memperkuat ekosistem kewirausahaan

HIPMI Bandung Gandeng BBPVP, Program Wirakarya 2026 Siapkan Wirausaha Baru
Di tengah tantangan ekonomi dan ketatnya persaingan kerja, BPC HIPMI Kota Bandung mengambil langkah konkret, dengan memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Program Wirakarya 2026. 

INILAHKORAN.ID - Di tengah tantangan ekonomi dan ketatnya persaingan kerja, BPC HIPMI Kota Bandung mengambil langkah konkret, dengan memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Program Wirakarya 2026. 

Bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bandung, program ini diproyeksikan menjadi ruang pembentukan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap membangun usaha berkelanjutan.

Program tersebut resmi dimulai melalui Kick Off Wirakarya 2026 yang digelar pada Minggu (17/5/2026) lalu. Kegiatan berlangsung selama empat hari dengan skema hybrid, menggabungkan pembelajaran daring dan luring guna memperluas akses peserta dari berbagai wilayah.

Berbeda dari pelatihan kewirausahaan konvensional, Wirakarya 2026 dirancang tidak hanya mengasah keterampilan teknis bisnis, tetapi juga membentuk mentalitas dan pola pikir kewirausahaan. Program ini mencakup pelatihan kapasitas, mentoring, penguatan jejaring industri, hingga pembentukan entrepreneurship dan intrapreneurship mindset.

Peserta yang terlibat berasal dari beragam latar belakang, mulai dari calon pekerja, pegawai aktif, hingga pelaku UMKM. Mereka dipersiapkan agar memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan dunia industri sekaligus mampu menciptakan peluang ekonomi baru.

Ketua BPC HIPMI Kota Bandung, Ibrahim Imaduddin Islam menegaskan, program ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam melahirkan pelaku usaha baru yang memiliki dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Sejak awal kepengurusan, kami fokus untuk membina banyak anak muda agar memiliki keilmuan dan kemampuan untuk berwirausaha, besar harapannya hasil program ini akan punya kontribusi buat perekonomian Kota Bandung. Terima kasih kepada BBPVP Kota Bandung yang sudah berkenan berkolaborasi bersama kami,” ujar Ibam, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan. Tak hanya diikuti pelaku UMKM dari Kota Bandung, kegiatan ini juga menarik minat peserta dari luar daerah yang ingin memperluas wawasan bisnis dan industri kreatif.

Direktur HIPMI Academy, Ganjar Hidayat mengingatkan, banyak pelaku usaha terjebak pada ambisi pertumbuhan cepat tanpa memperkuat fondasi bisnis.

“Banyak bisnis hari ini ingin berkembang secara cepat, tetapi melupakan pondasi yang menjadi penopang keberlanjutan usaha. Padahal perusahaan yang kuat dibangun dari sistem, budaya, dan kualitas sumber daya manusia yang bertumbuh secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar pertumbuhan sesaat,” ucapnya.

Dalam pandangan HIPMI, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal dan produk, tetapi juga cara berpikir pelaku usahanya. Sebab itu, penguatan pola pikir menjadi salah satu fokus utama dalam Program Wirakarya.

Ketua Bidang 11 BPC HIPMI Kota Bandung, Yandi Purnawijaya menilai, kemampuan berpikir layaknya entrepreneur kini menjadi kebutuhan lintas profesi.

“Entrepreneurship dan intrapreneurship mindset bukan hanya penting bagi seseorang yang ingin membangun bisnis, tetapi juga bagi mereka yang ingin berkembang dalam dunia karier profesional. Pola pikir ini membantu seseorang menjadi lebih kreatif, solutif, adaptif, dan mampu menciptakan nilai di mana pun mereka berada,” katanya.

Dari sisi vokasi, BBPVP Kota Bandung menilai, percepatan peningkatan keterampilan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat.

Perwakilan BBPVP Kota Bandung, Heri Budiman menekankan, pelatihan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan pasar kerja dan industri agar kompetensi masyarakat tetap relevan.

“Pengembangan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting di tengah perkembangan industri yang terus berubah. Karena itu, pelatihan vokasi harus mampu adaptif terhadap kebutuhan industri agar masyarakat memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing,” ujar Heri.

Kolaborasi melalui Wirakarya 2026 ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek. Program ini diposisikan sebagai upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekonomi kreatif, meningkatkan kualitas SDM, sekaligus membuka ruang lahirnya lebih banyak pengusaha muda di Kota Bandung.***


Editor : JakaPermana