Hujan Lebat, Banjir Cileuncang Tutup Akses Gerbang Selatan Pasar Gedebage
Hujan lebat disertai angin kembali menerjang kawasan Kota Bandung dan sekitarnya. Akibatnya, Banjir cileuncang pun menggenangi sejumlah ruas jalan. Diantaranya, Jalan Soekarno Hatta tepatnya di sekitar perempatan Gedebage dan Pasar Gedebage, Kota Bandung, Rabu (25/12/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Hujan lebat disertai angin kembali menerjang kawasan Kota Bandung dan sekitarnya. Akibatnya, Banjir cileuncang pun menggenangi sejumlah ruas jalan. Diantaranya, Jalan Soekarno Hatta tepatnya di sekitar perempatan Gedebage dan Pasar Gedebage, Kota Bandung, Rabu (25/12/2019).
Berdasarkan pantauan, tampak air setinggi lutut orang dewasa pun menutupi jalan tersebut. Baik pengendara roda empat maupun roda dua tampak berusaha menghindari genangan tersebut.
Tak hanya menutupi ruas jalan, akibat genangan air tersebut, akses masuk ke Pasar Gedebage juga tertutup oleh genangan banjir. Gerbang masuk ke Pasar Gedebage direndam banjir hampir setinggi lutut orang dewasa.
Salah seorang pedagang di Pasar Gedebage, Gusnadi (66) mengatakan banjir tersebut terjadi sejak sekira pukul 13.30 WIB. Pada saat itu menurutnya hujan deras sedang turun di wilayah tersebut.
"Ini banjir terjadi sekitar jam setengah dua, pas lagi hujan itu, hujannya cukup lebat disertai petir," ucap Gusnadi di pasar Gedebade.
Gusnadi menyebut banjir tersebut hanya terjadi di gerbang sebelah selatan, sedangkan gerbang belakang Pasar Gedebage di bagian pertokoan baju tidak terendam oleh banjir.
"Dua minggu yang lalu itu sempat banjir juga, kalau tahun ini banjir di sini baru dua kali, termasuk hari ini," ujar Gusnadi.
Ditemui d itempat yang sama, pengendara ojek Dedi (45) menduga banjir tersebut kiriman dari daerah Gunung Manglayang. Pasalnya, sebelum terjadi banjir, hujan terlihat terlebih dahulu mengguyur kawasan hulu.
"Sebelum di sini hujan, di daerah Manglayang sudah hujan, jadi ini mungkin banjir kiriman, terus ditambah lagi hujan di sini deras" pungkas Dedi. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Doni Ramdhani

