HUT ke-13, Perumda PPJ Kota Bogor Fokus Revitalisasi Pasar Tradisional

Perumda PPJ Kota Bogor merayakan HUT ke-13. Hingga 2023 nanti, sejumlah revitalisasi pasar tradisional bakal terus dilakukan direksi.

HUT ke-13, Perumda PPJ Kota Bogor Fokus Revitalisasi Pasar Tradisional
HUT ke-13, Perumda PPJ Kota Bogor tetap fokus revitalisasi pasar tradisional.

INILAHKORAN, Bandung - Perumda PPJ Kota Bogor merayakan HUT ke-13. Hingga 2023 nanti, sejumlah revitalisasi pasar tradisional terus dilakukan.

Dirut Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir mengatakan, pada momen ulang tahun itu direksi tetap fokus pada revitalisasi pasar tradisional

Menurutnya, tahun ini revitaliasi pasar tradisional itu dilakukan di Pasar Sukasari dan Merdeka. Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya atau Perumda PPJ Kota Bogor itu akan terus menambah lokasi pasar tradisional yang akan direvitalisasi.

Baca Juga: PTPNVIII Gunakan CNG sebagai Alternatif Bahan Bakar di Pabrik Pengolahan Teh

"Ada dua pasar tradisional on progres. Pasar tradisional lainnnya masih menunggu PMP khususnya Pasar Jambu Dua," kata Muzakkir di sela syukuran HUT ke-13 Perumda PPJ Kota Bogor di gedung Blok F, Kamis 7 Juli 2022.

Dia menyebutkan, kontribusi kepada Pemkot Bogor saat ini terbilang ada. Sebab, di awal direksi menjabat kondisi Perumda PPJ Kota Bogot belum sehat karena ada utang pajak yang harus dibayarkan.

"Jadi, kondisinya sudah tiga tahun kami bisa memberikan PAD untuk Kota Bogor. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi," ujarnya.

Baca Juga: Link Live Streaming PSIS Semarang Vs Arema FC, Duel Biru Tengah dan Biru Timur Semifinal Piala Presiden 2022

Sementara itu, Plh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berharap suksesnya penyertaan modal pemerintah (PMP) menjadi kado HUT ke-13 Perumda PPJ Kota Bogor.

Dia menyebutkan, PMP akan menjadikan Perumda PPJ Kota Bogor ini memiliki semacam dasar untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan pendapatan dan manajemen.

"Untuk kinerja jajaran direksi PPJ cukup baik, dahulu ada persoalan pajak. Nah, sekarang kalau pajak itu tidak harus dikembalikan, artinya deviden ke Kota Bogor lebih besar. Alhamdulillah, sekarang sudah positif pemasukannya, meskipun jumlahnya belum signifikan," bebernya. (Rizki Mauludi)


Editor : inilahkoran