Ibu-ibu Peduli Bandung: Jangan Kerdilkan Ibu Kota Asia-Afrika
Belasan ibu-ibu yang peduli Bandung mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Belasan ibu-ibu yang peduli Bandung mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung. Mereka diterima oleh Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Koordinator Ibu-ibu Peduli Bandung, Harastuti mengatakan, belasan Ibu-ibu itu untuk memberi label pariwisata di Kota Bandung. Mereka untuk tidak mengerdilkan Kota Bandung dari posisinya sebagai Ibu Kota Pronvinsi Jabar yang merangkul semua golongan.
"Jangan kerdilkan kebudayaan di Kota Bandung," ujar Harastuti usai melakukan audiensi, Rabu (18/9/2019).
Dia mengatakan, KAA telah memosisikan Kota Bandung sebagai Ibu Kota Asia Afrika, bukan hanya Ibu Kota Provinsi Jawa Barat. "Sekali lagi, Bandung adalah lbu Kota Asia Afrika. Jadi jangan sampai dikerdilkan," terangnya.
Menurut dia, Kota Bandung telah menerima semua ras, suku dan agama sehingga perbedaan itu harus dipertahankan dan dipelihara bersama. Dia menilai, konsep wisata halal sangat bertentangan dengan semangat yang merangkul dan mempersatukan perbedaan ras, suku, dan agama.
"Semua diterima di Bandung, bukan hanya memilih untuk merangkul kelompok dari golongan tertentu saja," tegasnya.
Seperti yang diketahui, pada tanggal 18-24 April 1955 di Bandung diselenggarakan Konferensi Asia Afrika. Konferensi dihadiri oleh 29 negara, yang total penduduknya 1,5 miliar orang atau sekitar 54% dari penduduk dunia pada saat itu.
"KAA ini telah memberi semangat dan inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia Afrika untuk meraih kemerdekaannya. Ini adalah peristiwa yang tercatat dalam sejarah dunia," pungkasnya. (Okky Adiana)
Editor : suroprapanca

