INILAH, Bandung-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat angkat bicara soal kasus ibu kandung mengubur bayi hidup-hidup di Kampung Pasirmuncang Desa Pusakamulya Kiarapedes Kabupaten Purwakarta, Rabu (27/3/2019).
Hasil pemeriksaan sementara menyimpulkan jika Ibu korban mengalami gangguan kejiwaan. Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Syafe’i mengaku sangat miris mendengar kabar tersebut.
Menurut dia, peristiwa ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah angka elemen keorganisasian sekitar untuk memberika ruang aktivitas bagian bagi masyarakat. Itu agar lebih produktif dan teralihkan dari potensi ganguan stres.
“Jadi harus menyadarkan masyarakat jangan sampai terbawa kepada perbuatan keji, apalagi mengubur bayi hidup hidup oleh seorang ibu, untuk hati hati jangan sampai terbawa godaan. Kalau masalah ekonomi berpengaruh? Seperti itu memang segera pemerintah untuk meningkatkan kemaslahatan,” ujar Rachmat, Jumat (29/3).
Dia katakan, pihaknya tidak akan mentolelir tindakan keji tersebut dengan alasan apapun. Bagaimana tidak, ibu muda berinisial W tersebut tega mengubur hidup-hidup anaknya yang baru berusia lima bulan.
Beruntung, bayi yang terkubur di halaman belakang rumahnya ini ditemukan masih bernapas. Namun, bayi berjenis kelamin perempuam inisial DA itu, saat ini kondisinya kritis. Bayi malang ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
"Tentu siapapun yang mengubur bayi hidup - hidup termasuk orang yang tidak waras, itu perbuatan yang zalim, jelas perbuatan syaitan yang harus dihindari," katanya.
Aksi W yang mengubur bayinya hidup-hidup ini menjadi buah bibir di masyarakat, khususnya di kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. Dia dengan tega mengubur bayinya yang masih berusia 5 bulan di belakang rumahnya ke dalam tanah sedalam 30 centimeter. Diduga, tindakan keji ini dipicu karena penyakit depresinya yang didera sejak masa kandungan 7 bulan.
Semula W mengatakan bahwa bayinya diculik orang. Alhasil membuat geger warga sekitar. Keluarga dan tetangga pun mencari keberadaan bayi malang tersebut.
Namun tak berselang lama, bayi perempuan ini di temukan di dalam tanah di belakang rumahnya yang sebelumnya digali oleh W.