ILLIT Comeback dengan 'NOT CUTE ANYMORE', Pendengar: Lagu Ini Kurang Matang

Pendengar kritik lagu baru ILLIT 'NOT CUTE ANYMORE' sebut lagu ini kurang matang seperti demo.

ILLIT Comeback dengan 'NOT CUTE ANYMORE', Pendengar: Lagu Ini Kurang Matang
Girl grup ILLIT.

INILAHKORAN, Bandung - ILLIT saat ini sedang membuat gebrakan baru dengan comebacknya, meskipun tidak seperti yang mereka harapkan.

Pada tanggal 24 November 2025, ILLIT merilis singel terbaru mereka, 'NOT CUTE ANYMORE', yang kemudian mendapat sambutan beragam dan dengan cepat berkembang menjadi perdebatan sengit di berbagai komunitas online.

Lagu yang dirilis di bawah sub-label HYBE, BELIFT LAB, ini menawarkan suara yang lembut dan dreamy, serta judul yang menunjukkan perubahan dari citra imut grup ini yang biasa. 

Namun, baik penggemar maupun Pendengar biasa mengkritik Lagu ini karena strukturnya yang Kurang bersemangat.

Tidak hanya itu mereka menilai Lagu ini produksi yang Kurang bersemangat dan yang paling menonjol durasinya yang pendek, hanya 2 menit 11 detik.

“Kedengarannya seperti demo”. Kritik berdatangan di Reddit, di mana seorang pengguna dengan blak-blakan mengatakan Lagu itu "terdengar seperti demo".

Sementara yang lain berpendapat bahwa Lagu itu lebih terasa seperti B-side atau intro album daripada Lagu utama yang lengkap. 

Banyak yang menyebut ketiadaan bridge, transisi yang tiba-tiba, dan perubahan dinamis yang minim sebagai kelemahan utama yang merampas makna emosional atau perkembangan musikal Lagu tersebut.

"Saya suka bagian chorus-nya, tapi struktur lagunya cuma bait-chorus-ulang, terus selesai. Rasanya nggak lengkap," begitu bunyi salah satu postingan.

Reaksi keras ini telah memicu kembali perdebatan yang sedang berlangsung tentang semakin pendeknya durasi Lagu-Lagu K-pop.

Para pengguna membandingkan Lagu ILLIT dengan rilisan serupa yang berdurasi singkat oleh grup seperti LE SSERAFIM, dengan menyebutkan tren yang dipicu oleh budaya streaming dan viralitas TikTok.

"Lagu-Lagu ini terasa Kurang matang. Ada sensasi dan persiapan, tapi Lagu-lagunya berakhir sebelum ada yang terjadi," komentar seorang Pendengar yang frustrasi.

Beberapa penggemar membela eksplorasi ILLIT akan suara dan suasana yang berbeda, dengan menekankan keinginan grup tersebut untuk berevolusi secara artistik. 

Namun, bahkan para pendukung mengakui bahwa Lagu tersebut Kurang memiliki polesan dan kohesi yang diharapkan dari sebuah rilisan utama terutama yang didukung oleh label besar seperti HYBE.

Meskipun trek yang lebih pendek sering disukai karena mudah diputar ulang di era digital, para kritikus berpendapat bahwa keringkasan tidak seharusnya mengorbankan kedalaman artistik.

Seperti yang dikatakan seorang Pendengar, "Lagu-Lagu pendek bisa berhasil, jika terasa lengkap. Ini terasa seperti sketsa."***


Editor : Irma Nurfajri