Imbas Kasus Keracunan Massal, Resto 88 Seoul 23 Paskal Bandung Terlihat Ditutup Total

Resto Korea 88 Seoul 23 Paskal Bandung tampak ditutup total usai kasus dugaan keracunan massal. Unggahan warganet di Threads perlihatkan area resto yang kosong.

Imbas Kasus Keracunan Massal, Resto 88 Seoul 23 Paskal Bandung Terlihat Ditutup Total
Resto 88 Seoul di Paskal Bandung yang terlihat tutup total

INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan keracunan makanan massal yang melibatkan restoran Korea 88 Seoul di Mal 23 Paskal, Kota Bandung, terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Perkembangan terbaru memperlihatkan kondisi gerai resto tersebut kini sudah ditutup total dan dikosongkan.  

​Kondisi tersebut terungkap dari unggahan salah seorang pengguna platform Threads dengan akun @mooi.ne_ pada Selasa, 13 Oktober 2026. 

Dalam foto dan video yang dibagikan, area lokasi bekas resto Korea yang sempat viral tersebut telah ditutupi dinding pembatas (barikade) dan tampak lengang dari aktivitas operasional maupun pengunjung.  

​"Bener2 the power of sosmed. kepo sm resto yg viral kemarin. Gara2 banyak yg masuk IGD k. Iseng k paskal mau charger jam, sekalian melipir ke atas.. Trnyataa bener2 di tutup. Semoga lebih baik dan lebih mendengarkan keluhan CS," tulis akun @mooi.ne_ dalam unggahannya.  

​Sorotan Warganet dan Penyelidikan Kepolisian

​Unggahan kondisi terkini resto tersebut langsung menyedot perhatian warganet. Banyak pengguna internet yang menyoroti betapa cepatnya dampak dari aduan publik di media sosial terhadap reputasi sebuah tempat usaha kuliner, terlebih yang berkaitan langsung dengan isu keselamatan dan higiene pangan.  

​Sebelumnya, kasus dugaan keracunan makanan di 88 Seoul 23 Paskal ini mencuat setelah ratusan korban melaporkan gejala gangguan kesehatan seperti diare parah, mual, hingga demam tinggi usai menyantap hidangan di sana.  

​Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polrestabes Bandung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung guna menelusuri penyebab pasti terjadinya keracunan serta mengusut kelayakan prosedur higiene dan sanitasi restoran.


Editor : Firda Rachmawati