Imbas Serangan di Surabaya, VPC Istirahatkan Slogan Viking Bonek Satu Hati

Viking Persib Club memngistirahatkan slogan Viking Bonek Satu Hati imbas dari serangan oknum suporter di Surabaya

Imbas Serangan di Surabaya, VPC Istirahatkan Slogan Viking Bonek Satu Hati
Viking Persib Club memngistirahatkan slogan Viking Bonek Satu Hati imbas dari serangan oknum suporter di Surabaya pada 1 Maret 2026

INILAHKORAN.ID - Viking Persib Club (VPC) memutuskan untuk mengistirahatkan slogan ‘Viking Bonek Satu Hati’ imbas serangan yang dilakukan oknum pendukung Persebaya saat bersilaturahmi ke Surabaya

Keputusan itu dilontarkan dalam pernyataan yang diunggah Viking Persib Club (VPC) di akun resmi media sosialnya pada Kamis, 5 Maret 2026.

Pernyataan pertama, VPC menyatakan kehadirannya ke Surabaya merupakan bentuk amanat dan pesan moral dari para pendahulunya, khususnya Almarhum Ayi Beutik.

“Beliau berpesan agar persaudaraan antara Bandung dan Surabaya tetap dijaga. Niat kedatangan kami adalah untuk mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan baik antarsuporter, bukan untuk menciptakan konflik,” tulisnya.

Namun VPC mengecam keras segala bentuk kekerasan fisik, intimidasi, perusakan, dan tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter di Surabaya. Akibat insiden tersebut mengakibatkan adanya korban luka serta kerugian materil. 

“Kerugian yang dialami korban meliputi hilangnya 1 (satu) unit iPhone 11, sepatu, jaket, baju, serta uang setoran pekerjaan sebesar Rp1,5 juta (satu juta lima ratus ribu rupiah), milik anggota Viking Surabaya. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun,” tulisnya kembali.

Lalu VPC sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak menghendaki terjaganya hubungan baik tersebut, sehingga terjadi provokasi hingga penyerangan ke hotel tempat perwakilannya menginap. Menurutnya, tindakan tersebut mencederai semangat persaudaraan yang selama ini berusaha dirawat. 

“Selama ini kami memilih untuk tidak membalas berbagai bentuk provokasi yang dilakukan oleh oknum suporter lawan. Sikap tersebut bukanlah bentuk kelemahan, melainkan wujud komitmen kami dalam menjaga amanat pendahulu dan mempertahankan kondusivitas,” tambahnya.

Lantas dalam pernyataan itu, VPC menegaskan bahwa diamnya ini bukan berarti setiap penghinaan, ancaman dan serangan terhadap organisasi maupun anggotanya tidak tercatat. 

“Dengan mempertimbangkan situasi dan realita yang terjadi akhir-akhir ini, serta demi menjaga keselamatan dan kehormatan organisasi, Viking Persib Club menyatakan untuk menjaga jarak dan mengistirahatkan slogan "Viking Bonek Satu Hati" karena kami menilai slogan tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini sehingga butuh waktu untuk sama-sama merefleksikan diri kembali terhadap apa yang menjadi cita-cita dari slogan tersebut,” tegasnya.

“Rivalitas cukup 90 menit di dalam lapangan, setelah itu kita tidak hilang akal dan tetap waras. Rivalitas bukan menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan brutalitas yang malah berlanjut menjadi tindakan pidana di luar sepak bola. Kita tidak sedang mewariskan kebencian kepada generasi penerus,” tulisnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, media sosial tengah ramai memperbincangkan keributan antara pendukung Persib Bandung dan pendukung Persebaya Surabaya

Dari kabar yang beredar di media sosial pendukung Persib yakni Viking Persib Club (VPC) diserang oknum suporter Persebaya. 

Akun instagram bandungfootballrocknroll membeberkan kronologi keributan yang terjadi antara VPC dan oknum suporter Persebaya.

Tepatnya pada 1 Maret 2026, rombongan VPC melakukan away ke Surabaya untuk menjalin silaturahmi dengan para suporter Persebaya.

Pada pukul 17.30 WIB, rombongan VPC disambut oleh Rendi dan kawan-kawan di Markas besar Yayasan suporter Persebaya (YSS) sembari melaksanakan buka puasa.

“Setelah buka puasa lanjut ditemani Cak Rendi menemui Papap Hasan Tiro sesepuh dari tribun PSK (Persebaya sampai Kiamat) juga diterima baik dan banyak bertukar pendapat dan tetap merawat persaudaraan,” tulisnya.

Setelah itu, rombongan menghampiri kelompok tribun kidul yang juga diterima dengan baik dan sangat welcome hingga mengajaknya untuk ke tribun. Termasuk saat menuju geet 21 yang merupakan basis Bonek Almarhum Joner. 

“Sekitar pukul 12.30 malam, rombongan menuju hotel tempat istirahat di Hotel Oval Jalan Diponegoro Surabaya dan dikawal oleh teman-teman Viking Surabaya,” tulisnya kembali.

Saat seorang bernama Febri tengah mengurus administrasi hotel, sebagian Viking Surabaya berada di luar hotel. Namun, tiba-tiba kurang lebih sekitar 30 orang dengan memakai atribut bebas dan jaket hitam melakukan penyerangan hingga masuk sampai lobby hotel.

“Dan dari kita ada korban yaitu anak Viking Surabaya luka di kepala, berdarah serta hidung. Kaos dirampas, Iphone, sepatu dan jaket dan uang Rp1 juta. Total kerugian kurang lebih Rp11 juta,” 

Setelah itu pihak Hotel melakukan pelaporan ke pihak Kepolisian. Lantas VPC berkoordinasi dengan Bonek, YSS dan Tribun Kidul yang langsung mendatangi TKP.

“Disaat sedang melakukan verifikasi lapangan padahal saat itu ada Kapolres kurang lebih pukul 3, ada lagi sekelompok massa dari luar menyerang dengan menggunakan petasan hingga temen-teman YSS dan tribun kidul menghadang mengejar begitu pula kepolisian. Akhirnya siaga 1 di hotel dijaga satu pleton dalmas dan satu unit Jatanras Polrestabes Surabaya,”

Mengingat situasi tidak kondusif, maka rombongan VPC dilarang masuk ke Stadion Gelora Bung Tomo sebagai tempat diselenggarakan pertandingan Persib kontra Persebaya. Hingga akhirnya rombongan meninggalkan hotel pada 2 Maret 2026, pukul 12.00 siang.

“Dan kita akhirnya nobar di sekitaran Jombang Jawa Timur yang difasilitasi dari teman-teman pendukung Persik Kediri dan Resa Viking Mojokerto,” tulisnya mengakhiri tertanda Arvio Pratama.


Editor : Ahmad Sayuti