Imbas Terobos Coran Basah Jalan Cihideung-Ciwaruga, PUTR KBB Akui Progres Pembetonan Bertambah

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakui progres pembetonan Jalan Cihideung -Ciwaruga, Kecamatan Parongpong kembali memakan waktu akibat ulah pengendara motor yang nekat menerobos coran basah di wilayah tersebut.

Imbas Terobos Coran Basah Jalan Cihideung-Ciwaruga, PUTR KBB Akui Progres Pembetonan Bertambah

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakui progres pembetonan Jalan Cihideung -Ciwaruga, Kecamatan Parongpong kembali memakan waktu akibat ulah pengendara motor yang nekat menerobos coran basah di wilayah tersebut.

Padahal, progres perbaikan Jalan Cihideung-Ciwaruga tersebut sudah mencapai 46 persen.

Sebelumnya, aksi pemotor yang nekat menerobos Jalan Cihideung - Ciwaruga yang baru dicor viral di media sosial. Lokasinya berada di Kampung Panyairan Jompo, RT 03/RW 02, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Selasa 2 Juli 2024 sekitar pukul 07.30 WIB.

Pria yang diketahui warga Kampung Sindangpalay, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong itu tetap menerobos meski mengetahui jika coran jalan tersebut masih basah. Hingga akhirnya sepeda motor matic itupun terjebak.

Akibat aksi tak terpujinya, jalan yang masih dalam pengerjaan perbaikan itu kembali rusak. 

Kepala Dina PUTR KBB, Mochamad Ridwan mengatakan, pembetonan ruas Jalan Cihideung - Ciwaruga yang menghubungkan dengan Kota Bandung itu dilakukan sepanjang 200 meter, dan hotmix 2,9 kilometer.

"Hingga pekan kemarin, progres perbaikan jalan Cihideung - Ciwaruga sudah mencapai 46 persen. Tentunya sekarang progresnya bertambah. Hanya saja terganggu karena aksi pemotor tersebut," kata Ridwan, Jumat 5 Juli 2024.

Kendati kerusakan akibat ulah pemotor tersebut sudah diperbaiki, ungkap Ridwan, namun hasilnya tidak akan sebaik sebelum insiden itu terjadi.

"Kalau hotmix bisa di compact, beda dengan beton tidak bisa ditambal sebab sudah setting FS 45," jelasnya.

"Jika ke depan terjadi kerusakan seiring umur dari jalan itu, pasti yang pertama titik yang kemarin dilindas pemotor," sambungnya.

Ridwan menyebut, dari beberapa kejadian serupa, termasuk tak ada satupun pelaku yang bertanggung jawab untuk membayar ganti rugi.

"Ya hanya sekadar minta maaf, tanpa ada yang mau bertanggung jawab," sebutnya.

Pihaknya pun menyayangkan kejadian serupa kerap berulangkali terjadi. Padahal, di setiap ujung jalan yang sedang diperbaiki sudah dipasang bambu dan terpasang papan pengumuman bahwa jalan tersebut sedang diperbaiki.

Diketahui, Pemda Bandung Barat akan mulai melaksanakan perbaikan 8 ruas jalan di Mei 2024. Adapun anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 60 miliar.

“Perbaikan delapan ruas jalan tersebut dibiayai dari Dana Alokasi khusus (DAK)," ucapnya.

Ridwan mengungkapkan, total anggaran yang digunakan untuk membiayai kedelapan ruas jalan tersebut mencapai sekitar Rp 60 miliar. 

Ruas jalan yang diperbaiki tersebar di Kecamatan Parongpong, Lembang, Sindangkerta, Cikalongwetan, Cihampelas, Padalarang, dan Cisarua.

“Alhamdulillah berkat upaya dari Pemkab Bandung Barat, kami akhirnya mendapat DAK dengan besaran mencapai sekitar Rp 60 miliar,” sebutnya.

Lebih jauh diungkapkannya, dari 8 ruas jalan yang diperbaiki ada 3 jalan yang langsung menghubungkan dengan Kota Bandung. 

"Salah satunya, Jalan Punclut- Pagerwangi-Cijeruk Kecamatan Lembang berupa hotmix sepanjang 1 kilometer," ujarnya.

Sementara itu, sambung Ridwan, untuk ruas jalan lainnya berada di wilayah Kecamatan Parongpong yang berbatasan dengan Kota Bandung, yakni Jalan Sersan Bajuri.

"Itu akan dihotmix sepanjang 2,6 kilometer, dan Jalan Cihideung -Ciwaruga sepanjang 200 meter berupa beton, dan hotmix 2,9 kilometer," sebutnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti