INILAH, Bandung - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung mengamankan delapan Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria.
Dugaan sementara penangkapan karena kedelapanan WNA tersebut melakukan pelanggaran ijin tinggal.
Kepala Divisi Keimigrasian Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kantor Wilayah Jawa Barat, Ari Budijanto menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap aktivitas delapan WNA asal Nigeria tersebut.
Diantaranya, tidak menutup kemungkinan kehadiran mereka sebagai pemain sepak bola.
"Mereka hanya dagang dan jalan saja tapi tidak bisa dipake alasannya, ada kemungkinan sedang apa mereka yang dilakukan. (Main sepak bola?) sementara kita belum ketahui," kata Ari di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, Jalan Phh. Mustopha, Rabu (2/1).
Ari menuturkan penangkapan kedelapan WNA asal Nigeria ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Tim
Pengawasan Orang Asing (Tipora) yang berisikan petugas gabungan keimigrasian Kemenkumham Jawa Barat, Polrestabes Bandung dan Bais TNI.
Delapan WNA Nigeria tersebut diamankan dari dua tempat berbeda, yakni Apartemen Buah Batu Park sebanyak enam orang serta dua orang lainnya dari Apartemen Newton. Mereka ditangkap dalam rentan waktu 26-31 Desember 2018 lalu.
"Kami mendapat informasi keberadaan orang asing yang membuat masyarakat curiga, kami melakukan pendalman ternyata dilihat dan ditemukan orang asing di dua tempat, sehingga mendapat hasil tim gabungan bergerak ke lapangan," ujarnya.
Pada saat dilakukan pemeriksaan, Ari menuturkan bahwa kedelapan WNA berkebangsaan Nigeria tersebut tidak bisa memperlihatkan dokumen kependudukan. Kemudian didapati ada yang melebihi batas tinggal serta salah satu paspor sudah disobek beberapa bagian.
"Pertama ditemukan mereka tidak dapat menunjukan dokumen perjalanan. Kita amankan mereka datang banyak yang sudah over stay lebih dari enam bulan dan bahkan paspor rusak," ujarnya.
Turut diamankan beberapa barang bukti diantaranya telepon seluler, laptop, sejumlah uang dan beberapa paspor yang salah satunya sudah berceceran karena robek.