Implementasikan Solusi Broadband, XL Axiata-Huawei Bangun Jaringan 4G di Area Terpencil

Bekerja sama dengan Huawei Indonesia, XL Axiata telah melakukan uji coba solusi broadband nirkabel bernama Huawei RuralStar Pro.

Implementasikan Solusi Broadband, XL Axiata-Huawei Bangun Jaringan 4G di Area Terpencil
XL Axiata dan Huawei berencana membangun jaringan 4G di area terpencil.

INILAHKORAN, Bandung - Bekerja sama dengan Huawei Indonesia, XL Axiata telah melakukan uji coba solusi broadband nirkabel bernama Huawei RuralStar Pro dengan salah satu fitur utamanya yaitu LTE for backhaul.

Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk membangun jaringan 4G dan menyediakan layanan internet cepat hingga ke area-area terpencil di berbagai provinsi Indonesia.

Menurutnya, uji coba telah dilakukan di Kalimantan dan terbukti dapat menjadi solusi untuk memperluas koneksi broadband ke daerah-daerah terpencil, di mana selama ini sering terkendala dengan persoalan terkait akses backhaul yang terbatas.

Baca Juga: Dukung Destinasi Super Prioritas, XL Axiata Perkuat Jaringan 4G di 70 Desa Sekeliling Danau Toba

"Teknologi ini akan menjadi alternatif solusi bagi kami untuk memperluas jaringan 4G ke daerah-daerah terpencil, di mana selama ini kami sering menghadapi persoalan terkait dengan akses backhaul yang terbatas, yang pada akhirnya menjadi salah satu faktor penghambat perluasan jaringan di daerah-daerah terpencil," kata Gede dalam rilis yang diterima, Senin 4 Okober 2021.

Dia menambahkan, setelah proses instalasi RuralStar Pro selesai dilakukan, backhaul LTE dapat terhubung secara otomatis ke situs host. Selama uji coba, jarak antara stasiun relay dengan lokasi host sekitar 31 kilometer. Bandwidth transmisi downlink mendukung hingga 106 Mbit/detik, yang memenuhi persyaratan bandwidth L900.

Huawei RuralStar Pro, menghadirkan terobosan pada desain radio base station dengan kemampuan mengintegrasikan baseband, perangkat pemancar radio, dan sekaligus LTE for backhaul nirkabel, pada satu modul. Dengan konsep LTE for backhaul ini spektrum operator yang biasanya hanya digunakan untuk keperluan akses radio perangkat pengguna atau radio akses dapat digunakan juga untuk menyediakan akses antar radio base station (backhaul).

Baca Juga: XL Axiata Dorong Swasta Tingkatkan Pemberdayaan Pekerja Perempuan

Account Director of Huawei Indonesia XL Account Catherine Guan menyebutkan fitur tersebut mampu menekan biaya sewa transmisi yang mahal yang sebelumnya perlu dikeluarkan operator seperti pada penggunaan microwave dan satelit.

“Hingga saat ini, Huawei telah lebih dari 21 tahun berkiprah di Indonesia. Kami memiliki komitmen jangka panjang untuk berkolaborasi dengan mitra kami di Indonesia, yaitu XL Axiata, guna mempercepat inklusi digital untuk menghubungkan masyarakat yang selama ini masih sulit terjangkau layanan internet, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Implementasi teknologi Huawei RuralStar Pro ini merupakan dukungan nyata atas upaya tidak kenal lelah dari XL Axiata untuk membantu pemerintah dalam menyediakan jaringan 4G di wilayah Indonesia yang sangat luas,” tuturnya.

Baca Juga: Kembangkan Jaringan 5G, XL Axiata Jalin Kemitraan dengan IPB dan Polman Astra

Catherine menambahkan, RuralStar telah diterapkan di lebih dari 60 negara, dan mampu membantu menyediakan konektivitas bagi lebih dari 50 juta orang di komunitas pedesaan. Seri RuralStar Pro ini telah mendapatkan pengakuan sebagai Best Mobile Innovation for Emerging Markets di ajang bergengsi Mobile World Congress (MWC) 2021 yang berlangsung di Barcelona, Spanyol.

Huawei Indonesia berharap solusi ini akan mempermudah upaya XL Axiata menyediakan jaringan 4G di daerah terpencil untuk membantu menjembatani kesenjangan digital, termasuk dalam upaya menyediakan kemudahan akses internet cepat selama masa pandemi COVID-19. Dengan tersedianya akses internet cepat, maka berbagai layanan digital untuk masyarakat di area terpencil bisa tersedia, termasuk mendukung pembelajaran online untuk sekolah serta memfasilitasi komunikasi di antara klinik kesehatan di sana.***(*)


Editor : inilahkoran