Imron: Seleksi Direksi dan Komisaris Cherbon Nagari Masuki Tahap Akhir
Seleksi calon anggota Direksi dan Komisaris Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari Kabupaten Cirebon memasuki tahap akhir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Seleksi calon anggota Direksi dan Komisaris Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari Kabupaten Cirebon memasuki tahap akhir.
Tiga calon komisaris dan tiga calon direksi menjalani wawancara akhir bersama Bupati Cirebon Imron selaku kuasa pemilik modal (KPM).
Berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan (UKK), tiga nama yang masuk sebagai calon anggota Komisaris unsur pemerintahab daerah yakni Dadang Priyono, Iman Santosa, dan Uus Sudrajat.
Sementara itu, tiga calon anggota Direksi Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari terdiri dari Fm Narwastu Sundaru, Muhammad Idrus, dan Wachidah Silviyanti.
Imron mengatakan, Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari diarahkan menjadi jembatan antara pemerintah daerah dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga komoditas.
Menurut Imron, pemerintah daerah tidak dapat menjalankan kegiatan bisnis secara langsung sehingga diperlukan badan usaha milik daerah sebagai instrumen untuk menjalankan fungsi tersebut.
“Pemerintah tidak diperbolehkan menjalankan kegiatan bisnis secara langsung. Karena itu, BUMD ini menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, termasuk harga beras,” kata Imron, Jumat (28/8/2026).
Dia mencontohkan, stabilisasi harga beras saat musim panen. Menurutnya, pemerintah perlu memiliki instrumen untuk menyerap hasil panen ketika harga di tingkat petani terlalu rendah.
“Kalau ada itu (BUMD), kita bisa mengambil dan membeli ketika harga petani terlalu murah. Ketika paceklik, jangan sampai harga di masyarakat terlalu tinggi. Nah, itulah peran BUMD, untuk fasilitator,” jelasnya.
Namun, pembentukan Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari dihadapkan pada persoalan permodalan. Kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Cirebon yang masih terbatas membuat dukungan modal dalam skala besar belum dapat diberikan.
“Untuk barang dan jasa, kami belum bisa karena lagi efisiensi. Ya paling cuma beberapa untuk operasional, terus untuk hal-hal yang kecil, itu dulu,” ujar Imron.
Selain persoalan modal, Perseroda tersebut juga belum memiliki kantor. Imron mengatakan lokasi kantor akan ditentukan setelah perusahaan daerah tersebut resmi terbentuk.
“Untuk kantornya nanti dicari dan ditentukan setelah Perseroda ini resmi terbentuk,” katanya.
Imron menilai, tantangan Perseroda Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari berbeda dengan Perumda Air Minum Tirta Jati. PDAM telah memiliki basis usaha dan pelayanan publik yang berjalan sehingga fokusnya lebih pada peningkatan cakupan dan kualitas layanan serta menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
“Kalau PDAM kan sudah jalan. Kalau yang baru ini, karena anggaran masih terbatas, diserahkan ke direkturnya,” akunya.
Terkait penggajian direksi dan komisaris Perseroda di tengah keterbatasan fiskal daerah, Imron menyerahkan mekanismenya kepada direksi dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan.
“Direkturnya bagaimana karena keadaannya lagi begini,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

