INACRAFT 2026, Dekranasda Jabar Bidik Transaksi Rp25,2 Miliar
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih menuturkan, 128 produk kriya unggulan diboyong ke INACRAFT 20
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih menuturkan, 128 produk kriya unggulan diboyong ke INACRAFT 2026 yang berlangsung di Plenary Hall, JICC Jakarta pada 4-8 Februari 2026.
Noneng mengatakan, Dekranasda Jabar telah terlibat 21 kali dalam gelaran pameran dan promosi kriya akbar INACRAFT. Kali ini, pihaknya bersama 10 Dekranasda kabupaten/kota menawarkan inovasi dari kriya unggulan.
“Dalam kondisi serba efisien ini, kita bersyukur masih bisa mempromosikan produk kerajinan dari Jawa Barat," ujar Noneng dikutip Kamis 5 Februari 2026.
Total 128 produk kriya unggulan dari 24 industri kecil menengah seperti dari bahan baku kain, logam, kayu, bambu, rotan dan kaca yang dipamerkan dalam INACRAFT 2026 kata dia, merupakan produk ekraf hasil kurasi.
"Pasti produk-produk yang bagus, kemudian yang kemarin juga sudah memenangkan kontes Dekranasda Award seperti itu, kita bawa pastinya, karena kan kita bersaing dengan seluruh provinsi ya, pasti kita kurasi yang terbaik," ucapnya.
Noneng menambahkan, animo publik terhadap INACRAFT terbilang tinggi, karena memang merupakan gelaran akbar layaknya Kriyanusa, khususnya terhadap produk kerajinan ekraf. Sebab itu, target dari keikutsertaan Jabar dalam INACRAFT 2026 ini diharapkannya ke depan mampu menghasilkan transaksi tembus 1,5 juta USD atau setara Rp25,2 miliar.
"Kalau pameran kan bukan menjual pada saat itu sebetulnya. Tapi lebih ke promosi. Lebih ke transaksi lanjutannya. Kita menargetkannya 1,5 juta dolar (USD) ya," kata Noneng.
Produk unggulan yang diboyong Dekranasda Jabar dan diyakini Noneng akan menjadi perhatian di INACRAFT antaranya, fesyen dan aksesoris. Berkaca dari peringatan ke 45 Dekranasda di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur tahun lalu ungkap Noneng, produk aksesoris asal Jabar bahkan ludes terjual sebelum acara dimulai.
"Fesyen ya, yang dari tekstil itu jelas kalau tekstil mah Jawa Barat lah ya. Tapi selain itu juga kan kita bawa rotan. Rotan juga Jawa Barat itu mulanya. Kemudian selain itu ada aksesoris-aksesoris, itu yang luar biasa sangat diminati kayaknya seluruh Indonesia deh suka," ujarnya.
Soal dukungan dari Pemprov Jabar, Noneng menegaskan meski tengah melakukan efisiensi dan fokus pada pembangunan infrastruktur, ekosistem ekraf tetap disorot. Promosi terus digencarkan, bahkan kata Noneng, Gubernur Dedi Mulyadi pun kerap terlibat langsung dalam mempromosikan kerajinan khas Jawa Barat.
"Masih dioptimalkan. Dari Pak Gubernur masih ada perhatian-perhatian kepada para pengerajin ini. Beliau juga sangat concern pada kerajinan, terutama bambu. Di seluruh kegiatan apapun, dari kerajinan bambu itu kan selalu terlihat. Bahkan tahun kemarin beliau juga ikut mempromosikan, waktu di PKJB. Itu kan membawa tenun dari Garut. Jadi sangat concern juga terhadap promosi-promosi," ungkapnya.
Sebab kata Noneng, Dedi Mulyadi melihat bahwa produk ekraf yang dihasilkan pengrajin bukan hanya sekedar industri, tetapi juga warisan budaya Jawa Barat.
"Karena para pengrajin kita ini kan bukan hanya sekedar industri, kalau pengrajin itu ya. Tapi kaitannya dengan budaya, dengan warisan-warisan kita yang harus juga dilestarikan," katanya.
Sementara Ketua Harian Dekranasda Jabar, Nining Yuliastiani menambahkan, target transaksi dan kontrak dagang Rp25,2 miliar di INACRAFT 2026 terbilang realistis, bila menilik situasi ekonomi saat ini.
“Ada pendekatan target yang adaftif dan berorientasi pada kerjasama berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, produk kriya yang ditampilkan para pengrajin sudah dibekali dukungan pembinaan, kurasi yang ketat dan fasilitasi promosi. Sebab itu, pihaknya optimistis target INACRAFT 2026 tercapai.
“Kami memiliki pengalaman positif Inacraft sebelumnya, ada akses pasar yang terintegrasi dari pemerintah daerah hingga pascapameran,” ucapnya.
Selain itu, Dekranasda Jabar kata Nining, juga menargetkan produk kriya fesyen dan wastra lokal. Aksesori fesyen dan tas buatan tangan, kriya tekstil seperti rajut dan sulam, dekorasi ringan berbasis anyaman dan serat alam, serta produk kriya berkelanjutan juga ramah lingkungan sebagai subsektor unggulan penyumbang utama transaksi di INACRAFT 2026.
Pihaknya berharap, keterlibatan Jabar dalam INACRAFT 2026 dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah. Tidak hanya mendorong transaksi saat pameran, tetapi juga membuka kontrak dagang berkelanjutan bagi UMKM.
“Khususnya womenpreneurs, melalui peningkatan kualitas produk, akses pasar, dan jejaring usaha, kami ingin UMKM Jawa Barat naik kelas, menyerap lebih banyak tenaga kerja, dan berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Editor : JakaPermana

