Indonesia vs Thailand: Saatnya Garuda Juara

TIGA puluh lima tahun Timnas Indonesia senior puasa gelar. Menghadapi 'musuh lama', saatnya Garuda akhiri dahaga juara!

Indonesia vs Thailand: Saatnya Garuda Juara
NET

Indosiar: LIVE (Senin (5/10) Pukul 20.00 WIB

Oleh: Bsafaat

Tiga puluh lima tahun bukan rentang waktu singkat. Sejak Eddy Harto dan Ferril Raymond Hattu menumbangkan Thailand final SEA Games 1991, podium tertinggi level senior tidak pernah lagi ramah pada Merah Putih.

Generasi berganti, stadion-stadion baru dibangun, nama-nama pemain legendaris datang dan pergi, namun takdir Timnas Indonesia senior seolah dikutuk untuk selalu berjalan di lorong sunyi: menjadi penonton saat rival mengangkat piala. Kenyataan yang lebih pahit lai adalah berkali-kali finis sebagai spesialis posisi kedua.

Maka Senin (5/10) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), tim asuhan John Herdman akan kembali mencoba melawan alur sejarah yang tak pernah berpihak.

Di seberang sana berdiri Thailand, sang 'Gajah Perang' penguasa tradisional sepak bola Asia Tenggara yang kembali menjadi batu ujian terakhir.

Pelatih John Herdman sama sekali tak gentar. Dia yakin betul anak-asuhnya kini memiliki motivasi yang sama untuk mengubah air mata menjadi sebuah euforia.

"Kami punya trofi pertama untuk dikejar dan mengukir sejarah, serta terus membuat negara ini bangga," tegasnya.

Sepak bola Indonesia adalah sebuah paradoks tentang cinta yang tak rasional. Kita adalah bangsa yang tetap memenuhi stadion sekecil apa pun harapannya, dan tetap menangis sekencang apa pun kekecewaannya.

Enam kali melangkah ke final Piala AFF, enam kali pula publik negeri ini dipaksa menelan pil pahit.

Namun Herdman yakin, kali ini peruntungan Merah Putih akan berbeda. Terlebih, ketika menengok perjalanan Indonesia ke final yang begitu berliku.

Perjuangan Garuda menuju final FIFA ASEAN Cup 2026 kali ini tidak dirajut dengan karpet merah. Mereka harus melewati laga penentuan yang "gila" melawan Bangladesh.

Bayangkan ketegangan sebuah bangsa ketika nasib kelolosan harus dihitung lewat kalkulasi produktivitas gol di menit-menit akhir. Ketika Mitchell Baker mencetak gol kelimanya malam itu, dan Kevin Diks menyundul bola di masa injury time, ada jutaan orang yang melompat dari kursi mereka, berteriak, dan mungkin menyeka air mata yang tak sadar menetes.

"Satu langkah telah kami ambil dan kami punya langkah lebih besar yang harus dihadapi," tegas Herdman.

Di balik antusiasme menghadapi final, Herdman melihat perjalanan Garuda sebagai sebuah kisah tentang proses.

Dengan hanya berbekal enam sesi latihan bersama, ia tahu membangun sebuah tim yang padu tidak membalikkan telapak tangan.

Pengalamannya meraih dua medali Olimpiade mengajarkan satu hal: karakter tim lahir dari ujian di setiap pertandingan.

"Chemistry membutuhkan waktu. Kita melihat bagaimana para pemain berjuang di lapangan, belajar menjaga kebersihan gawang, dan saling menguatkan dalam situasi sulit," ungkapnya.

Alasan Personal Bagi Herdman sendiri, duel ini terasa sangat personal. Jauh sebelum menjejakkan kaki di Jakarta, keduanya kerap bertarung sengit di Amerika Utara.

Saat itu, Herdman menakhodai Timnas Kanada, sementara Hudson menjadi asisten pelatih Timnas Amerika Serikat.

Rekor pertemuan mereka pun berimbang: satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

"Dia tahu persis cara saya bermain. Dia mempelajari Kanada saat kami melawan Amerika Serikat dulu," ujar Herdman dengan senyum antusias.

Bagi pelatih berusia 51 tahun ini, berjabat tangan dengan Hudson di area teknis nanti bukan sekadar adu strategi di atas rumput hijau. Ini adalah panggung bagi dua perantau asal Inggris yang sama-sama membawa mimpi besar di Asia Tenggara.

Motivasi Tinggi Sementara itu bagi pelatih kepala Timnas Thailand, Anthony Hudson, sepak bola bukan hanya tentang angka di papan skor, melainkan tentang gairah yang hidup di atas tribun.

Hudson secara terbuka mengaku sangat antusias sekaligus kagum dengan militansi suporter Indonesia yang akan memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

"Kami sudah melihat pertandingan-pertandingan sebelumnya dan tahu betapa fanatik dan bersemangatnya para suporter di sini mendukung tim nasional," ujar pelatih asal Inggris tersebut.

Bagi Hudson, tekanan dari puluhan ribu pasang mata di Jakarta bukanlah ancaman, melainkan bumbu yang akan melahirkan sebuah tontonan yang sangat menarik dan menghibur.

Ia tahu betul, melawan Indonesia di kandangnya berarti harus siap bertarung melawan sebelas pemain di lapangan dan ribuan "pemain ke-12" di tribun yang tak berhenti bernyanyi.

Namun kapten Timnas Thailand, Chanathip Songkrasin menegaskan ambisi timnya untuk merebut trofi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Bagi Chanathip, keberhasilan tersebut akan menjadi catatan sejarah baru bagi Gajah Perang.

Chanathip menilai gelar FIFA ASEAN Cup tetap memiliki arti penting bagi Thailand. Turnamen ini menjadi kompetisi pertama dengan keterlibatan FIFA dan mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dengan skuad terbaik mereka.

"Seperti yang saya sampaikan, sepak bola ASEAN sangat penting. Ini merupakan pertama kalinya FIFA terlibat dalam kompetisi seperti ini dan semua negara datang dengan skuad terbaik mereka," ujar pemain berusia 32 tahun itu.

Chanathip sudah merasakan tiga gelar Piala AFF dari total tujuh trofi yang diraih Thailand di kompetisi tersebut. Meski memiliki rekam jejak kuat di level Asia Tenggara, ia tetap memandang trofi FIFA ASEAN Cup sebagai target penting.

Maklum, Thailand menjadi negara dengan peringkat FIFA tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara. Gajah Perang saat ini menempati posisi ke-93 dunia, diikuti Vietnam di peringkat ke-99 dan Indonesia di posisi ke-117.

"Karena ini merupakan kompetisi pertama dengan format seperti ini, kami ingin menciptakan sejarah dengan menjadi juara," pungkasnya. (bsf) 

HEAD TO HEAD 29/12/22: Indonesia 1-1 Thailand 01/01/22: Thailand 2-2 Indonesia 29/12/21: Indonesia 0-4 Thailand 03/06/21: Thailand 2-2 Indonesia 10/09/19: Indonesia 0-3 Thailand

5 LAGA TERAKHIR INDONESIA 01/10/26: Indonesia 9-2 Bangladesh 28/09/26: Malaysia 0-0 Indonesia 25/09/26: Indonesia 2-0 Singapura 07/08/26: Singapura 1-1 Indonesia 03/08/26: Indonesia 0-3 Vietnam

5 LAGA TERAKHIR THAILAND 02/10/26: Thailand 1-2 Filipina 29/09/26: Thailand 2-0 Vietnam 26/09/26: Pakistan 0-4 Thailand 26/08/26: Vietnam 2-2 Thailand 22/08/26: Thailand 0-2 Vietnam

PRAKIRAAN PEMAIN Indonesia (3-4-3) Paes (GK) Ridho, Baggot, Hubner (B) Diks, Pelupessy, Jenner, Verdonk (T) Ragnar, Romeny, Baker (D) Pelatih: John Herdman

Thailand (4-3-3) ANuin (GK) Bureerat, Bihr, Kaman, Mickelson (T) Yooyen, Chamratsamee, Khamyok (T) Songkrasin, Chaided, Poephimai (D) Pelatih: Anthony Hudson 


Editor : Inilahkoran