Warisan Leluhur Tumbuh Bersama Wisata Miduana

KAMPUNG Adat Miduana dikembangkan sebagai wisata berbasis budaya. Tradisi tetap menjadi kekuatan, ekonomi warga turut tumbuh.

Warisan Leluhur Tumbuh Bersama Wisata Miduana
BERBASIS BUDAYA: Pemprov Jabar memperkuat pengembangan pariwisata berbasis budaya, di Kabupaten Cianjur dengan mengucurkan bantuan CSR bank bjb untuk Kampung Adat Miduana.(ANTARA)

Tradisi menjadi daya tarik yang tak selalu bisa dibangun dengan beton. Di Kampung Adat Miduana, Desa Balegede, Kabupaten Cianjur, kekayaan budaya justru menjadi modal utama untuk mengembangkan pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memperkuat pengembangan wisata berbasis budaya di kawasan tersebut melalui bantuan CSR Bank bjb. Dukungan itu diarahkan untuk menjaga kelestarian budaya Kampung Adat Miduana sekaligus meningkatkan daya tarik wisata dan ekonomi warga.

Bantuan diserahkan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat dalam agenda Rapat Koordinasi Pengembangan Produk Wisata Homestay di Bumi Ageung, Desa Balegede, belum lama ini.

Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan, menegaskan pengembangan Desa Balegede sebagai destinasi wisata tidak boleh membuat identitas Kampung Adat Miduana kehilangan tempat.

"Kalau memang ingin menjadi desa wisata, harus ada yang berkunjung. Kampung adat ini yang didorong dan diharapkan tetap mempertahankan budayanya. Kita juga berharap pengembangan ini bisa memberikan pengetahuan dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha. Harapan Pak Gubernur Dedi Mulyadi seperti itu," ujar Iendra.

Bagi kawasan adat, kedatangan wisatawan bukan sekadar soal jumlah kunjungan. Ada tradisi yang harus tetap menjadi bagian dari pengalaman, sekaligus menjadi identitas yang membedakan Miduana dari destinasi lainnya.

Karena itu, pengembangan amenitas menjadi bagian dari langkah berikutnya. Disparbud Jabar akan membangun tiga unit toilet bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Miduana.

Kebutuhan homestay juga mendapat perhatian. Bantuan diarahkan untuk melengkapi fasilitas penginapan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pengelolaan homestay.

(yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran