Industri Film di Tanah Air Mulai Menggeliat

Penasehat Forum Film Bandung Chand Parwez Servia mengatakan, industri film Tanah Air pada enam tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang relatif signifikan. Hal itu tampak dari peningkatan jumlah la

Industri Film di Tanah Air Mulai Menggeliat
Ilustrasi
INILAH, Bandung - Penasehat Forum Film Bandung Chand Parwez Servia mengatakan, industri film Tanah Air pada enam tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang relatif signifikan. Hal itu tampak dari peningkatan jumlah layar bioskop dan penonton.
 
Menurutnya, animo penonton terhadap film lokal kini relatif meningkat. Setidaknya, dalam rentang waktu lima tahun 2014-2018 jumlah layar bioskop terhitung tumbuh dua kali lipat. Namun, selama 2015-2018 itu jumlah penonton meningkat tiga kali lipat.
 
Rinciannya, pada 2014 itu jumlah layar bioskop terhitung sebanyak 942 layar. Pada tahun berikutnya jumlah itu bertambah menjadi 1.111 layar (2015), 1.243 layar (2016), 1.518 layar (2017), dan 1.681 layar (2018). Sedangkan, jumlah penonton pada 2015 mencapai 16 jutaan. Berikutnya, pada 2016 jumlahnya mencapai 37,2 jutaan penonton dan 42,7 jutaan pada 2017.
 
"Hingga akhir 2018 ini, jumlah penonton diprediksi mencapai 55 jutaan orang. Data itu menunjukkan pertumbuhan animo penonton lebih pesat dari pertumbuhan layar bioskop," kata Parwez di sela-sela penganugerahan Festival Film Bandung (FFB) 2018 di Gedung Sate, Sabtu (24/11).
 
Dia mengakui jumlah film berkualitas mumpuni pun meningkat. Pada 2014, hanya ada 2 judul film yang ditonton lebih dari satu juta orang. Selanjutnya, pada 2015 meningkat menjadi tiga judul film, 2016 terdapat 10 judul film, 2017 terdapat 11 judul film, dan 2018 terdapat 11 judul film.
 
Menurutnya, perluasan jaringan bioskop dari kota besar ke daerah itu juga berdampak positif terhadap captive market film Indonesia. Dia memprediksi, hingga akhir 2018 ini market share film lokal mampu di atas 46%.
 
"Capaian itu nantinya menempatkan Indonesia menjadi negara dengan market share ke-6 film lokal atas film-film impor. Data tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan insan perfilman Tanah Air. Yang penting, perlu kesadaran dari para pelaku usaha untuk tetap berorientasi membangun kepercayaan penonton," paparnya.


Editor : inilahkoran