Industri Pertahanan Pindad Diproyeksikan Berkembang hingga 2045

PT Pindad menyiapkan roadmap industri pertahanan hingga 2045 dengan fokus pada penguatan produksi senjata, amunisi, dan teknologi pertahanan masa depan.

Industri Pertahanan Pindad Diproyeksikan Berkembang hingga 2045
Ketua MPR RI Ahmad Muzani tengah menerangkan arah penguatan industri pertahanan nasional saat kunjungan ke PT Pindad.

INILAHKORAN.ID - PT Pindad menyiapkan rencana pengembangan industri pertahanan hingga 2045. Roadmap itu mencakup penguatan produksi persenjataan, kendaraan taktis, amunisi hingga pengembangan teknologi pertahanan masa depan.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan, rencana jangka panjang Pindad menjadi salah satu pembahasan dalam kunjungan kerja bersama jajaran MPR ke perusahaan industri pertahanan di Kota Bandung tersebut.

“Tadi kami dijelaskan tentang industri Pindad, impian Pindad dan rencana ke depan sampai dengan tahun 2045. Saya kira cukup membanggakan, dan cukup meyakinkan rencana-rencana produksi Pindad,” kata Ahmad Muzani, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, pengembangan Pindad memiliki posisi penting dalam menjaga kedaulatan negara. MPR ingin memastikan, industri strategis bidang pertahanan mampu berkembang sekaligus memenuhi kebutuhan pertahanan nasional.

“Salah satu tugas MPR adalah memastikan, bahwa NKRI terjaga dengan baik dan solid. Kedatangan kami hari ini ke PT Pindad, adalah memastikan bahwa perusahaan yang diberi mandat menjalankan pertahanan dan keamanan negara yakni PT Pindad berjalan dengan baik,” ucapnya.

Muzani menilai, arah pengembangan Pindad juga sejalan dengan kebutuhan Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap produk pertahanan dari luar negeri. Kemampuan produksi dalam negeri, dinilai perlu terus diperkuat seiring perkembangan teknologi persenjataan.

“Supaya ketergantungan sistem persenjataan kita kepada produk luar perlahan-lahan dikurangi. Pindad dengan teknologi yang makin maju dan kemajuan yang makin canggih, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan teknologi persenjataan kita,” ujar dia.

Sambung dia, dukungan terhadap Pindad diperlukan agar industri strategis pertahanan nasional mampu berkembang dalam jangka panjang. MPR memberikan dukungan terhadap rencana penguatan produksi, dan teknologi Pindad.

“Dukungan dari MPR, saya kira kita berikan luar biasa bagi kemajuan Pindad supaya produksi industri strategis ini bisa tetap berkembang, makin kuat dan makin maju,” jelasnya.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P Santosa mengatakan, pihaknya memaparkan berbagai produk dan teknologi yang tengah dikembangkan kepada jajaran MPR. Pengembangan mencakup sistem persenjataan konvensional, sampai teknologi persenjataan pintar.

“Kami jelaskan tahapan-tahapan yang sedang dijalankan. Alhamdulillah, bapak ketua dan jajaran mendukung penuh upaya-upaya Pindad menjadi bagian dari komponen pendukung (Komduk) TNI dan Hankamrata,” kata Sigit P Santosa.

Dia menjelaskan, pengembangan produk Pindad juga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pertahanan yang terus berkembang. Perusahaan tidak hanya menyiapkan produk yang sudah berjalan, tetapi mulai mengembangkan teknologi baru sebagai bagian dari kebutuhan pertahanan masa depan.

“Kami jelaskan bahwa kita mulai dari conventional weapon system sampai ke smart weapon system,” ucapnya.

Selain pengembangan teknologi, Pindad juga tengah memperkuat kemampuan produksi melalui riset dan pengembangan. Sejumlah inovasi sudah memasuki tahap piloting, dan trial production sebelum masuk pada peningkatan kapasitas produksi.

“Tinggal scaling up saja yang kita jalankan, insyaallah. Nanti pada saatnya setelah selesai, kami tentunya akan mengundang media untuk melihat secara langsung,” ujar dia.

Sigit menambahkan, Pindad saat ini juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan senjata dan amunisi seiring pembangunan batalyon-batalyon baru. Penguatan kapasitas produksi, menjadi bagian penting dari langkah perusahaan menghadapi kebutuhan pertahanan nasional.

“Pemenuhan batalyon baru memerlukan senjata dan amunisi. Itu kita insya Allah harus segera penuhi dengan inovasi yang ada di kita dan juga R&D yang pada saat sekarang sudah dipiloting dan trial production,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti