Ingin Kembali Gelar CFD, Yana Mulyana Ungkap Syarat yang Harus DIpenuhi
Beberapa syarat harus dipernuhi jika Kota Bandung ingin menggelar kembali CFD sebagaimana yang dikatakan Wali Kota Yana Mulyana
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, bahwa kegiatan hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) dapat kembali dilaksanakan dengan beberapa syarat.
Yana Mulyana menyebut, syarat kegiatan hari bebas kendaraan atau CFD bisa kembali digelar apabila status level penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bandung telah beubah level satu.
"Seperti DKI Jakarta kan sudah level 1. Sementara kita masih level 2. Kalau nanti kita sudah level 1, opsi membuka CFD itu ada dan kita anggarkan di APBD perubahan," kata Yana Mulyana, Rabu 1 Juni 2022.
Baca Juga: Ogah Dibilang Latah, Yana Masih Nunggu Kajian Soal Kegiatan CFD
Yana Mulyana menyebut bahwa Kota Bandung masih berada di level dua dengan sejumlah pembatasan. Di lain sisi pun, dinas terkait belum menganggarkan penyelenggaraan CFD untuk 2022.
"Dishub, Satpol, Dinkes, PU itu mereka ternyata belum menganggarkan untuk penyelenggaraan CFD karena sebelumnya belum terbayang di 2022 pandemi bisa melandai dan itu masih kita kaji," ucapnya.
Terkait diperbolehkan membuka masker di ruang terbuka, Yana menyerahkan kebijakan tersebut sepenuhnya kepada masyarakat. Namun secara pribadi memilih tetap menggunakan masker.
Baca Juga: CFD Belum Diizinkan di Kota Bandung
"Kita, terutama saya pernah menyerahkan kepada keyakinan masyarakat saja. Tetapi kalau saya tetap pakai masker lebih prepare pakai, dan saya merasa lebih aman saja sih," ujar dia.
Yana pun mengimbau apabila masyarakat merasa sehat, maka diperbolehkan membuka masker di ruang terbuka dengan kondisi yang relatif sepi. Namun apabila terdapat gejala, sebaiknya menggunakan masker.
"Sementara untuk vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster sudah mencapai 34 persen. Percepatan vaksinasi ini, kita lakukan untuk mendorong agar pandemi berubah status menjadi endemi," tandasnya. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran

