Ingin Segera Dilantik, ini Program 100 Hari Kerja yang Bakal Digas Ngatiyana-Adhitia Yudhistira

Pasca resmi ditetapkan sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, pasangan Ngatiyana-Adhitia Yudhistira bakal melakukan sinkronisasi program dan visi misinya dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kota Cimahi.

Ingin Segera Dilantik, ini Program 100 Hari Kerja yang Bakal Digas Ngatiyana-Adhitia Yudhistira
Pasca resmi ditetapkan sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, pasangan Ngatiyana-Adhitia Yudhistira bakal melakukan sinkronisasi program dan visi misinya dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kota Cimahi.
INILAHKORAN, Cimahi - Pasca resmi ditetapkan sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, pasangan Ngatiyana-Adhitia Yudhistira bakal melakukan sinkronisasi program dan visi misinya dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Kota Cimahi.
Oleh karena itu, Ngatiyana-Adhitia Yudhistira itu bakal lebih intensif berkoordinasi dengan Pemkot Cimahi dalam hal ini Pj Wali Kota Cimahi untuk memasukan visi misi Cimahi Mantap ke dalam RPJMD.
"Alhamdulillah kita juga menghormati Pemkot Cimahi, secara etika kami telah berkoordinasi, tetapi setelah penetapan ini In Sya Allah kita laksanakan dengan lebih intensif. Sehingga program kerja di tahun 2025 bisa berjalan," kata Ngatiyana saat ditemui usai penetapan di kantor KPU Kota Cimahi, Kamis 9 Januari 2024.
"Pelaksanaanya yang ringan-ringan saja agar tidak menyalahi aturan. Tetapi sebagian besar visi misi kita masuk di tahun 2025," ucapnya.
Rencananya, jelas Ngatiyana, janji politik tersebut bakal direalisasikan melalui program 100 hari kerja, salah satunya pemberian insentif RT, RW, Posyandu, Poswindu, Guru Ngaji, termasuk Linmas.
"Itu adalah salah satu program kerja dan mudah-mudahan bisa masuk di tahun 2025 dan kita juga akan membangun kawasan Jalan Gandawijaya agar dipercantik kembali," jelasnya.
Selain itu, sambung Ngatiyana, terkait penanganan sampah yang menjadi tantangan untuk pemerintahannya di mana TPA Sarimukti yang kini sudah over capacity, sehingga terjadi penumpukan sampah di Kota Cimahi.
"Tetapi, kami berdua sudah mengambil langkah-langkah dan berencana akan menyelesaikan sampah sebagai persoalan utama," katanya.
"Alhamdulillah sebelum Dilantik, kami sudah berbuat salah satunya membuang sampah sampai 8 truk sebagai bentuk kepedulian kita, seperti yang dilakukan di Cigugur," sambungnya.
Bahkan, sebut Ngatiyana, pihaknya telah melakukan pengangkutan sampah sebanyak 20 truk di Pasar Atas dengan tujuan pasar tersebut bisa bersih.
"Hari ini, tadi malam dan kemarin kita buang sebanyak 20 truk. Alhamdulillah kemarin bertemu Gubernur Jawa Barat terpilih (Dedi Mulyadi) di mana kita menyampaikan serius untuk menyelesaikan sampah di Kota Cimahi," sebutnya.
Tak cuma itu, kata Ngatiyana, pihaknya pun berencana menyiapkan insinerator untuk setiap kelurahan hingga tingkat RW yang ada di Cimahi agar sampah bisa diolah dan tidak dibuang.
"Tapi kita akan belanja satu yang bisa mengolah sampah 10 ton dalam sehari. Itu yang akan kita lakukan dan alhamdulillah bapak gubernur setuju dan In Sya Allah nanti akan membuat pengolahan sampah yang ada di wilayah Bandung Raya," katanya.
Masih kata Ngatiyana, pihaknya juga menyampaikan kepada Gubernur Jawa Barat tentang rencana membuat flyover di kawasan Pussenarmed.
"Alhamdulillah respons pak gubernur kalau sudah siap segera akan digelontorkan anggarannya di perubahan tahun ini," imbuhnya.
"Kalau belum siap akan dilaksanakan tahun 2026, tetapi mudah-mudahan kita segera selesai administrasinya di akhir tahun ini dan kita akan buat flyover yang ada di Kota Cimahi," sambungnya.
Berikutnya, sambung Ngatiyana, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terkait dengan penanganan banjir di kawasan Melong.
"Salah satunya terkait pembebasan lahan dan lain sebagainya. Termasuk, kemarin sudah bertemu bagaimana melebarkan wilayah karena di Kota Cimahi hanya tiga kecamatan," sebutnya.
"Kita sudah koordinasi mudah-mudahan berjalan lancar, karena pak gubernur juga sudah menyetujui Margaasih akan kita ambil untuk Kota Cimahi," ujarnya.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira menambahkan, penetapan ini merupakan tahapan atau puncak dari kematangan masyarakat Kota Cimahi dalam berdemokrasi.
"Alhamdulillah berjalan lancar dan tidak ada gugatan, semoga pelantikan bisa segera dilaksanakan karena kita harus tancap gas," ujarnya.
Menurutnya, langkah yang dilakukan tinggal sinkronisasi dan kebetulan baik RPJPD RDTR juga sudah selesai oleh pak Pj Wali Kota Cimahi.
"Pekerjaan rumah kami tinggal menyusun Raperda RPJMD 2026-2030. Kita mulai tancap gas dengan 17 program prioritas yang kami janjikan saat masa Pilkada kemarin," tuturnya.
Adhitia memastikan, pihak Pemkot Cimahi sudah menyiapkan tim sinkronisasi yang tentu tinggal bertemu melakukan sinkronisasi terhadap program yang sudah eksisting ada di tahun 2025.
"Tinggal dimatchingkan dengan apa yang kami janjikan dalam visi misi Cimahi Mantap. Tinggal pengejawantahannya saja dari masing-masing majunya seperti apa, amannya seperti apa, nyamannya seperti apa, teladannya seperti apa, terus agamisnya seperti apa dan produktifnya seperti apa," bebernya.
"Intinya tinggal pengejawantahan program dari Cimahi Mantap," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana