Ini Alasan Dua Kerangka Baru Ditemukan Dua Bulan Usai Kebakaran Gedung ACC Kwitang

Polisi mengungkap alasan dua kerangka baru ditemukan setelah dua bulan di Kwitang.

Ini Alasan Dua Kerangka Baru Ditemukan Dua Bulan Usai Kebakaran Gedung ACC Kwitang
ilustrasi kerangka manusia

INILAHKORAN - Misteri penemuan dua kerangka manusia di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, akhirnya dijelaskan oleh pihak kepolisian.

Polisi memastikan bahwa penemuan tersebut baru terjadi hampir dua bulan setelah kebakaran besar pada 29 Agustus 2025, lantaran tidak ada aktivitas pembersihan maupun pembongkaran di area yang tertimbun puing.

“Kenapa baru ditemukan lama? Karena sejak kebakaran sampai waktu penemuan, tidak ada kegiatan pembersihan atau pembongkaran di area yang tertimbun puing,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jumat (7/11/2025).

Roby menegaskan bahwa keterlambatan penemuan bukan karena kelalaian petugas, melainkan karena lokasi sulit diakses dan tertutup material bangunan yang runtuh. 

Pada saat olah tempat kejadian perkara (TKP) pertama dilakukan pada 2 September 2025, tidak ditemukan tanda-tanda adanya korban di antara reruntuhan gedung.

“Bangunan sudah hancur total, hanya tersisa rangka besi, kayu, plafon yang jatuh, dan material bekas AC. Tidak ada indikasi keberadaan manusia di sana,” jelas Roby.

Ia juga menjelaskan bahwa bau dari kebakaran menyeluruh menyulitkan identifikasi, karena aroma daging terbakar menyerupai kayu yang hangus. Bahkan, pemeriksaan lanjutan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri pada 19 September pun tidak menemukan bukti adanya korban.

Roby menambahkan, petugas keamanan gedung sebenarnya rutin berpatroli hampir setiap hari untuk memeriksa kondisi bangunan. Namun, karena tumpukan puing yang tebal dan posisi kerangka yang tersembunyi, keberadaan korban tidak terdeteksi.

Hingga akhirnya pada 30 Oktober 2025, saat proses pembongkaran awal untuk renovasi, para pekerja menemukan dua kerangka manusia di bawah tumpukan material terbakar. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti oleh tim forensik RS Polri.

“Baru setelah dibongkar, kerangka itu terlihat,” kata Roby.

Saat ini, tim forensik RS Polri masih melakukan identifikasi guna memastikan identitas kedua korban tersebut, termasuk kecocokan DNA dan penyebab pasti kematian.


Editor : Firda Rachmawati