Ini Alasan si Tukang Bubur Tega Bunuh Bocah
Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi mengatakan dari pemeriksaan sementara, Y alias H (23) mengaku tega membunuh bocah 7 tahun di Megamendung, Bogor, karena diganggu saat dalam kondisi kelelahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Pemalang- Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi mengatakan dari pemeriksaan sementara, Y alias H (23) mengaku tega membunuh bocah 7 tahun di Megamendung, Bogor, karena diganggu saat dalam kondisi kelelahan.
"Dari keterangan sementara, pembunuhan ini dilakukan mengingat pelaku capek baru jualan dan diganggu korban," katanya, Rabu (3/7/2019).
Ia menambahkan, selama buron, Y alias H mengaku tinggal berpindah-pindah hingga 4 kota di Jawa. Usai melakukan pembunuhan pelaku bingung dan sempat lari ke Surabaya dan berpindah-pindah ke beberapa kota lainnya.
"Pelaku mengaku sempat melarikan diri ke Surabaya, Semarang bahkan sempat ke Cirebon, sebelum akhirnya pulang ke Moga," jelasnya.
Sebagaimena diberitakan sebelumnya, Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Suhadi mengatakan Y alias H (23) pelaku pembunuhan bocah 7 tahun di Megamendung, Bogor, akhirnya menyerahkan diri. Pelaku yang bekerja sebagai pedagang bubur ini menyerahkan diri ke Polsek Moga, Pemalang, Jateng, Rabu (3/7/2019) sore.
"Tadi ada pelaku pembunuhan korban anak di Megamendung (Bogor) yang menyerahkan diri ke polisi. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan UPPA Polres Pemalang," katanya.
Diketahui, seorang bocah perempuan FAN berusia 7 tahun ditemukan tewas di bak kamar mandi dengan jasad ditutup ember dan seprai di kamar kontrakan yang dihuni Y. Sebelum ditemukan tewas, FAN dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak Sabtu (29/6/2019).
Di hari bersamaan pelaku yang kos juga ikut menghilang. Lokasi penemuan jasad korban berada di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (2/7/2019). Korban merupakan cucu dari pemilik kos yang ditempati Y.
Editor : Bsafaat

