Ini Curhatan Mohammed Rashid Soal Format Kompetisi Liga 1

Mohammed Rashid curhat soal susahnya bermain di Liga 1 lantaran menerapkan sistem bubble to bubble diharapkan musim depan kompetisi normal

Ini Curhatan Mohammed Rashid Soal Format Kompetisi Liga 1
Gelandang Persib Mohammed Rashid curhat soal format kompetisi Liga 1 kemarin yang menyulitkan dirinya.

INILAHKORAN, Bandung - Gelandang asing Persib Bandung, Mohammed Rashid menaruh harapan besar Liga Indonesia musim depan bisa kembali digelar dengan normal. Seperti menerapkan kembali format home and away.

Mohammed Rashid mengaku kesulitan dalam menjalani kompetisi sebelumnya. Sebab, kompetisi bertajuk Liga 1 2021/2022 itu diterapkan dengan sistem bubble to bubble.

"Sulit, karena kamu akan pergi ke Yogya, Jakarta atau bahkan tiga bulan di Bali," kata Mohammed Rashid.

Meski demikian, gelandang asal Palestina ini bersyukur lantaran Persib bisa mengakhiri kompetisi dengan berada di posisi dua klasemen. Bahkan tim berjulukan Maung Bandung ini berhak mendapatkan satu tiket untuk tampil di Piala AFC musim depan.

Baca Juga: Pemain Persib Banyak Diminati Klub Lain, Ini Kata Robert Alberts

"Sejujurnya kami ingin memenangkan Liga, tapi Allah belum mengabulkan keinginan kami. Tapi kami juga bersyukur karena berhasil melaju ke AFC dan ini bagus untuk klub. Karena menurut saya, Persib adalah tim yang seharusnya lolos ke AFC di setiap tahunnya. Klub pantas mendapatkan itu," tegasnya.

Terkait mengenai pertandingan digelar malam hari, Rashid juga mengaku merasakan kesulitan. Terlebih, pertandingan itu berakhir tepat pada tengah malam.

"Setiap pulang dari stadion kami selalu merasakan ngantuk. Karena pesepakbola biasanya memliki rutinitas untuk tidur cepat, tapi ketika bertanding kami memulai laga pukul 10 malam (WITA). Ini gila, ini sulit untuk dipercaya dan tentunya melelahkan," tuturnya.

Tidak hanya itu, Rashid pun menyoroti jadwal pertandingan yang cukup padat. Setidaknya, hanya memiliki waktu jeda 3-4 dari pertandingan ke pertandingan selanjutnya.

Baca Juga: Sudah 9 Pemain Persib Hengkang, Dhika Bayangkara 'Korban Terakhir'

"Bahkan tim level top di dunia, seperti tim besar Eropa mereka sulit untuk melakukan itu. Karena sulit melakukan recovery dengan waktu seperti itu, pemulihan tidak bisa dilakukan seluruh tubuh hanya dalam waktu tiga hari. Tapi Alhamdulillah kami bisa melalui itu," ungkapnya.(Muhammad Ginanjar)

 

 


Editor : inilahkoran