Ini Curhatan Siswi SMAN 9 Bandung Terkait PTMT: Kangen ke Kantin
Jihan Eka Alya Nurfitri adalah salah satu siswi di SMAN 9 Bandung. Dia memilih pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) ketimbang PJJ.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jihan Eka Alya Nurfitri adalah salah satu siswi di SMAN 9 Bandung. Dia memilih pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) ketimbang pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kalau PTMT, kata dia, materi pembelajarannya lebih menyerap ke otak. Selain itu, antara siswa-siswi dan guru ada intetaksi secara langsung. Ketika ada tanya jawab, bisa langsung dijelaskan sama guru-gurunya. Misalnya, memberikan rumus-rumus, ditambah suasana pembelajaran, dan hal itu yang memang diperlukan oleh siswa-siswi.
"Kalau Jihan pribadi, memang dorongan dari sendiri untuk mengikuti PTMT ini, jadi bukan dari orangtua atau pun guru. Jadi menurut saya, lebih enak PTMT. Kalau PJJ kan, suasana sekolahnya itu kurang terasa, kedua, guru menjelaskannya jadi kurang maksimal, karena kan, hanya berdasarkan dengan share video Youtube, jadi kurang efektif lah," kata Jihan Eka Alya Nurfitri, saat ditemui di sekolahnya, Senin 15 November 2021.
Baca Juga: Ruangan Komputer Ambruk, 20 Kelas Terendam Lumpur, PTM di SMAN 1 Lembang Dihentikan
Selain itu, Jihan Eka Alya Nurfitri pun kangen dengan suasana sekolah, mulai dari belajar dengan teman-teman seangkatan, disuksi bareng, dan mengikuti pembelajaran nonakademik, salah satunya ekstrakurikuler (ekskul) di SMAN 9 Bandung.
"Dari dulu tuh, saya cita-citannya masuk ke SMAN 9 Bandung, jadi ingin ngerasain langsung belajar disini tuh kayak gimana. Alasannya, saya bisa merasakan suasana tersendiri, karena saya orang Bandung," ucapnya.
Dia menambahkan, bahwa yang paling dikangenin dalam pembelajaran adalah, wali kelas. Kata dia, orangnya sangat baik, misalnya siswa-siswi mengahadapi kesulitan, dan tugas-tugas belum selesai, dia senantiasa mengingatkan kepada peserta didiknya, jadi motivasi belajar anak itu lebih terdorong.
Baca Juga: Sembilan Siswa di Kota Cirebon Terpapar Covid-19 Selama PTM
"Suasana belajarnya yang paling dikangenin, apalagi di SMAN 9 Bandung sebelum belajar, kami Salat Duha dulu, jadi ademnya di masjid itu.
Dia berharap, siswa-siswi SMAN 9 Bandung bisa menjaga protokol kesehatannya, dan bisa mencegah Covid-19 yang melandai.
"Bisa semangat lagi belajarnya, terus bida survive lagi di dunia SMA," ucapnya.
Selain Jihan Eka Alya Nurfitri, siswi lainnya adalah, Medina. Menurut dia, PTMT sebetulnya sangat baik untuk menjaga produktifitas belajarnya dan bisa teratur.
Baca Juga: Wagub Tinjau PTM Terbatas di Cianjur
"Kangen baget sama PTMT, cuma lebih kangen lagi sama kantin. Kantinnya kan tutup, jadi sekarang bisa jajan diluar, tapi harus sendiri-sendiri. Kangen sama teman-teman juga," jelas Medina.
Senada dengan dua siswi lainnya, Siti Musdalifah menyampaikan, PTMT sangat penting dan penyampaian materi juga lebih masuk ke otak, soalnya kalau daring belum tentu menyimak materinya, seperti tidak kondusif.
"Kalau menurut saya PTMT itu lebih enak, ketimbang PJJ. Sebenarnya saya takut terkena Covid-19, tapi kan saya sudah divaksin, dan setiap hari prokesnya terus dipakai dan digunakan," pungkas Siti Musdalifah.***(okky adiana)
Editor : inilahkoran

