INILAH, Manchester - Pep Guardiola menghadapi salah satu ujian terberat sebagai pelatih Manchester City saat menjamu Liverpool di Stadion Etihad, Kamis (3/1/2019) ini atau Jumat dinihari WIB.
Pep Guardiola sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk melumpuhkan Liverpool. Sedikitnya, ada enam cara yang hendak dia lakukan agar bisa mengalahkan pasukan Jurgen Klopp itu.
1. Menekan Alisson saat menguasai bola
Distribusi kiper asal Brasil itu musim ini cukup bagus. Tapi, Guardiola berpikir dia bisa saja panik dan membuat kesalahan.
Bukan tanpa alasan Guardiola berpikir seperti itu. Alisson pernah melakukan kesalahan, diserobot pemain Leicester, Rachid Ghezzal, yang mencetak gol pada laga Liga Primer pada September lalu.
Guardiola memasang strategi akan ada dua pemain Manchester City yang secepatnya akan mendekati Alisson saat dia menerima umpan balik dari pemain belakang.
2.Kiper Manchester City, Ederson, akan dikawal lebih lama
Guardiola melihat ini cara terbaik mengatasi tekanan tinggi Liverpool dan menguras seluruh energi trio lini depannya, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mo Salah.
Pep Guardiola ingin Ederson menendang bola lambung, tapi akurat, dan mendukung para penyerangnya untuk menendang bola ke arah lini pertahanan Liverpool.
3.Pertahanan Manchester City diperintahkan bertahan di garis depan
Strategi ini untuk memerangkap offside penyerang Liverpool. Mo Salah, musim ini, sudah 18 kali terperangkap offside, Mane 14, dan secara keseluruhan perangkap offside menggagalkan 42 serangan Liverpool.
Pep Guardiola juga mendukung Ederson memainkan peran sebagai kiper-sweeper dan mengawasi bola-bola lambung Liverpool. Dia memandang Firmino sebagai ancaman utama dari Liverpool dan memintanya meredam penyerang Brasil itu secepatnya begitu dia menguasai bola.
Pemain Manchester City juga diinstruksikan mengawasi Mane. Pep Guardiola berpikir Mane menguasa bola terlalu lama sehingga bisa diredam dengan lebih gampang.
4.Tingkatkan akurasi tendangan pojok Riyad Mahrez dan Leroy Sane
Belakangan, eksekusi tendangan pojok Mahrez dan Sane terhitung buruk. Tendanan pojok itu membuat Pep Guardiola ingin memainkan Kevin De Bruyne sehingga dia bisa mengambil tendangan pojok.
Siapapun yang mengambil tendangan pojok, Manchester City berharap pada seorang pemain yang bisa memanfaatkannya. Pemain itu adalah bek asal Prancis, Aymeric Laporte.
5.Manfaatkan endurance Danillo
Manchester City kelihatannya akan memainkan Danil di posisi bek kiri menyusul cederanya Benjamin Mendy dan bek lainnya Fabian Delph masih menjalani sanksi skorsing.
Pep Guardiola ingin memainkan bek Brasil itu karena dia lebih memiliki anvaman menekan ketimbang pemain muda Ukraina, Alex Zinchenko.Dia juga lebih berpengalaman dan mampu memainkan irama permainan, terutama ketika Liverpool mencoba memukul balik lewat serangan balik.
Danilo seorang pemain tendangan tendangan kaki kanan, tapi pernah main sebagai bek kiri sebelumnya. Karena itu, Guardiola yakin dia salah satu opsi terbaik dalam pertandingan dengan pertaruhan yang tinggi ini.
Dia ingin Danilo memotong ke dalam dengan kaki kanannya. Setelah itu, apakah melepaskan tendangan atau mengirim umpan kepada David Silva. Ini akan membuat bek kanan Liverpool, Alexander Arnold kian melemah posisinya, sesuatu yang dipikir Guardiola akan bisa dieksploitasi Manchester City.
6.Menyerang, bukan bertahan
Jika Manchester City unggul lebih dulu, Guardiola meminta pemainnya untuk lebih menekan ketimbang mencoba mempertahankan keunggulan, atau mengirim umpan untuk meghabiskan waktu. Pelatih asal Spanyol itu ingin pasukannya percaya diri dengan kemampuan menyerang mereka.
Dia memperhatikan City kerap terperangkap musim ini. Jadi, dia ingin pasukannya tetap berada dalam keunggulan, kalau bisa menggandakannya.
Ini menjadi kunci alasan kenapa dia ingin menyatukan kembali trio De Bruyne, David Silva, dan Fernandinho di lini gelandang untuk mengawal bola lebih baik.