Ini Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi Jika Alami Keracunan
Bingung mau makan apa setelah keracunan makanan? Ketahui daftar makanan hambar yang aman, asupan cairan pengganti, serta hal yang wajib dihindari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - keracunan makanan sering kali datang tiba-tiba setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri maupun toksin.
Gejala seperti mual, muntah, dan diare tentu membuat perut terasa sangat tidak nyaman dan lemas.
Agar pencernaan tidak makin terbebani, ketahui langkah pemulihan, asupan yang disarankan, hingga hal-hal yang harus dihindari berikut ini.
1. Istirahatkan Perut Terlebih Dahulu
Saat gejala muntah dan diare sedang hebat, istirahatkan perut selama beberapa jam. Jangan terburu-buru memasukkan makanan padat. Biarkan saluran pencernaan tenang sejenak sebelum Anda mulai mengonsumsi cairan atau makanan ringan.
2. Fokus Menjaga Hidrasi Tubuh
Muntah dan diare dapat menguras cairan serta elektrolit tubuh dengan cepat, yang berisiko memicu dehidrasi. Langkah awal pemulihan meliputi:
Es Batu atau Isapan Air: Mulai dengan mengisap es batu kecil atau meminum air putih sedikit demi sedikit (satu tegukan kecil).
Minuman Elektrolit: Konsumsi oralit atau sports drink untuk menggantikan elektrolit yang hilang.
Pilihan Cairan Lain: Kuah kaldu bening (ayam atau sayur), teh herbal tanpa kafein (seperti teh chamomile), atau minuman jahe hangat untuk meredakan mual.
3. Pilih Makanan Hambar dan Rendah Serat
Ketika perut sudah siap menerima makanan padat, pilihlah makanan yang bertekstur lembut, hambar, serta rendah lemak dan serat. Makanan jenis ini lebih mudah dicerna oleh lambung yang masih sensitif.
Daftar makanan aman setelah keracunan makanan:
Pola Makan BRAT: Bananas (pisang), Rice (nasi putih/bubur), Applesauce (saus apel), dan Toast (roti tawar panggang).
Oatmeal atau Sereal Polos: Pilihan karbohidrat ringan tanpa banyak tambahan rasa.
Kentang Rebus / Mashed Potatoes: Kentang tanpa mentega atau krim berlebih.
Biskuit Crakers / Saltines: Membantu menyerap asam lambung.
Putih Telur Rebus: Sumber protein yang minim lemak.
4. Alternatif Alami untuk Pemulihan
Jahe: Mengonsumsi teh jahe hangat dapat membantu meredakan rasa mual secara alami.
Probiotik: Setelah kondisi membaik, konsumsi yogurt tanpa pemanis atau suplemen probiotik untuk membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik di dalam usus.
Tips Tambahan: Tunda menyikat gigi setidaknya 1 jam setelah muntah karena asam lambung dapat melunakkan enamel gigi. Sebagai gantinya, berkumurlah dengan campuran air dan sedikit baking soda.
5. Pantangan yang Wajib Dihindari
Hindari makanan dan minuman yang berpotensi memicu iritasi lambung atau memperburuk diare, seperti:
Produk Olahan Susu: Keju, susu segar, dan es krim (kecuali yogurt tinggi probiotik saat pemulihan).
Makanan Tinggi Lemak & Gorengan: Sulit dicerna oleh sistem pencernaan yang terluka.
Makanan Pedas & Berbumbu Tajam: Mengiritasi dinding lambung.
Minuman Bercafein dan Beralkohol: Mengakibatkan dehidrasi lebih cepat.
Makanan Tinggi Serat dan Buah Asam: Berisiko memperparah diare dan kram perut.
Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?
Sebagian besar kasus keracunan makanan pulih dalam waktu 24 hingga 48 jam. Namun, Anda harus segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala berat berikut:
Diare berlanjut lebih dari 3 hari.
Terdapat darah pada feses atau muntahan.
Demam tinggi di atas 38,8°C.
Tanda dehidrasi berat (pusing hebat, pingsan, mulut sangat kering, atau tidak buang air kecil).
Pandangan kabur atau kelemahan otot yang signifikan.
Editor : Firda Rachmawati

