Ini Program Kerja Ambu Anne Hingga 2021
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, telah menyiapkan berbagai program untuk lebih mengistimewakan Purwakarta. Seperti di 2020 hingga 2021 mendatang, Anne menjelaskan, ada beberapa program prioritas yang digulirkannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Purwakarta – Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, telah menyiapkan berbagai program untuk lebih mengistimewakan Purwakarta. Seperti di 2020 hingga 2021 mendatang, Anne menjelaskan, ada beberapa program prioritas yang digulirkannya.
“Kita sudah siapkan program kerja hingga 2021 mendatang. Terutama, yang menyangkut sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur layak bagi masyarakat,” ujar Anne di sela-sela Musyawarah Rencanana Pembangunan (Musrenbang) 2021 di Bale Yudsitira Komplek Perkantoran Pemkab Purwakarta, Selasa (23/3/2020).
Untuk program infrastruktur, Anne menjelaskan, salah satu fokusnya tak lain menuntaskan PR yang belum rampung sebelumnya. Semilal, finishing jalur Lingkar Barat dan Jalur Lingkar Timur. Seperti diketahui, kedua jalur darat baru ini tak hanya bagian dari pemerataan infrastruktur andal untuk masyarakat.
Tapi, kata dia, dua akses baru ini sekaligus menjadi jalur penghubung, baik antar desa, kecamatan hingga antar kabupaten. Menurutnya, dengan dibangunnya dua jalur tersebut diharapkan bisa mendorong perekonomian masyarakat.
“Untuk Jalur Lingkar barat misalnya, itu bukan hanya jadi penghubung antar desa dan kecamatan saja. Tapi juga jadi akses penghubung dengan kabupaten tetangga, yakni Cianjur, Bogor dan Karawang. Sedangkan, lingkar timur jadi penghubung Purwakarta dengan Subang dan KBB,” jelas dia.
Selain itu, sambung Anne, pemkab juga tengah mendorong pembangunan akses baru untuk kebutuhan kawasan industri. Yakni, pembangunan interchange yang nantinya bisa langsung terhubung dengan akses tol.
“Di kita, itu ada dua zona industri yang disiapkan untuk penunjang perekonomian masyarakat. Yakni, di wilayah Kecamatan Babakan Cikao dan Jatiluhur. Nah, untuk menunjang zona industri ini kita butuh akses baru,” jelas Anne.
Selanjutnya, anjut Anne, untuk sektor pendidikan, mulai tahun 2020 ini juga sudah terencana. Namun, pengembangan sektor pendidikan lebih ke melengkapi sarana dan prasarananya. Karena, secara kebijakan, program pendidikan berkarakter di Purwakarta sudah berjalan cukup efektif.
Jadi, lanjut Anne, fokus dirinya kedepan tak lain melengkapi sarana dan fasilitas penunjangnya. Misalnya, menata kembali jika ada ruang kelas yang mengalami kerusakan. Atau menambah fasilitas lain sebagai penunjang pendidikan.
“Target kami, di setiap kecamatan sudah terdapat SD, SMP dan SMA/sederajat. Saat ini tinggal dua kecamatan lagi yang belum memiliki SMA. Yakni, Kecamatan Pondoksalam. Kedepan akan kita dorong,” jelas dia.
Kemudian, kata Anne, ikhtiar dirinya di sektor kesehatan tak lain melalui program jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat. Caranya, dengan membantu membayarkan premi bagi warga yang belum ikut kepersertaan BPJS.
Hingga akhir tahun kemarin, jumlah warga kurang mampu yang kami bantu bayarkan preminya sudah mencapai 84 ribu jiwa. Itu yang terdata di Dinkes. Belum lagi, guru honorer, guru ngaji, marbot yang selama ini tercover di Dinas Pendidikan.
Anne menambahkan, angka kepesertaan BPJS Kesehatan warga di wilayahnya sudah mendekati target yang ditetapkan Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 95 persen. Hal mana, di awal tahun ini warga Purwakarta untuk ikut BPJS kesehatan telah mencapai 90 persen dari jumlah penduduk. Artinya, hanya tinggal 5 persen lagi untuk mendekati target UHC.
Anne kembali menambahkan, angka kepesertaan BPJS yang mencapai 90 persen ini merupakan jumlah penduduk yang tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan itu. Dengan kata lain, bukan mereka yang dibiayai oleh pemerintah. Melainkan, ada juga yang dibiayai swasta dan mandiri. (Asep Mulyana)
Editor : JakaPermana


