INILAH,Bandung- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan penyelesaian masalah Citarum tak hanya soal faktor enginering.
"Pengerukan sudah 2 tahun dilakukan, sedimentasi lagi sehingga gerakan mubazir. Citarum tidak bisa dikerjakan secara enginering saja, itu harus tapi tidak cukup," kata Basuki saat memberikan sambutan di acara Citarum Expo di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), Selasa (19/2/2019).
Basuki menjelaskan, saat ini banjir terus terjadi tiap tahun. Sementara itu, banyak investasi untuk Citarum yang dilakukan dan dikerjakan. Bahkan, presiden Jokowi mengeluarkan peraturan presiden no 15 tahun 2018 tentang Citarum Harum.
"Itu pun tidak akan berjalan tanpa leadership. Kalau berjalan masing-masing tidak akan berjalan," katanya. Menurutnya, rencana aksi yang ada harus dijalankan bersama.
"Dengan rencana aksi, saya kira akan terfokus siapa akan berbuat apa, kapan dan seberapa besar. Itu dimonitor semua. Dan rencana aksi ini harus ditaati dan disepakati bersama,"ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pelaksanaan program Citarum Expo di kawasan Gedong Budaya Sabilulungan menjadi bagian awal mula berjalannya (dokumen) rencana aksi kegiatan. Dalam rencana tersebut, program kementerian dan instansi serta lainnya sudah muncul
dan jelas.
"Kenapa hari ini diadakan Citarum Expo. Ini gong dari rencana aksi. Buku itu (membahas) siapa mengejar apa, dimana. Anggarannya berapa, targetnya berapa lama, 6 bulan harus jadi apa dan 5 tahun jadi apa. Itulah kami merasa penting mengadakan acara hari ini," katanya.