Ini Strategi Jitu PKS Jabar di Pilpres dan Pileg 2019

Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS Jawa Barat, Haru Suandharu menyampaikan, pihaknya menyiapkan strategi jitu jelang pencoblosan Pilpres dan Pileg 2019.

Ini Strategi Jitu PKS Jabar di Pilpres dan Pileg 2019
DPW PKS Jawa Barat punya strategi jitu di Pilpres dan Pileg 2019
INILAH, Bandung-Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS Jawa Barat, Haru Suandharu menyampaikan, pihaknya menyiapkan strategi jitu jelang pencoblosan Pilpres dan Pileg 2019.
 
PKS akan menempatkan para kader dan simpatisan di setiap TPS. Mereka sekaligus diberi tugas sebagai penanggung jawab.
 
Nantinya, kata dia, setiap kader dan para simpatisan tak hanya bertugas sebagai saksi. Namun mensosialisasikan kepada masyarakat program pasangan calon presiden nomor urut 02 dan juga PKS.
 
"Harapannya dengan demikian maka akan banyak lagi masyarakat yang mengetahui profil anggota dewan dari PKS, kemudian pasangan presiden yang didukung, kemudian program program ataupun janji kampanye, baik pasangan Prabowo-Sandi  ataupun PKS," ujar Haru di Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (7/3/2019).
 
Dia mencotohkan, untuk kader di Kota Bandung dan Kota Cimahi berjumlah total 7.500. Sementara di setiap TPS minimal ada tiga orang kader yang menjadi penanggung jawab.
 
"Dan kekurangannya akan diisi oleh simpatisan, relawan kita karena caleg juga punya relawan. Harapannya dengan komunikasi tingkat TPS bisa lebih efektif menjangkau konstituen," katanya.
 
Pada pelaksanaanya nanti, dia berharap para penanggungjawab ini bisa saling membantu dikala menjaga TPS. Lantaran, pihaknya ingin mengawal raihan suara dengan maksimal di Jabar ini.
 
"Kemudian juga di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) nanti, kita juga akan bentuk tim supaya teman-teman saksi juga bentuknya tim ya bukan satu orang," kata Haru yang merupakan Sekretaris BPD Prabowo-Sandi untuk Jabar ini.
 
Lebih lanjut, saat ini pihaknya masih mengacu pada data survei internal per Desember 2018 lalu. Haru mengklaim, ada peningkatan eletabilitas, baik pada paslon Prabowo-Sandi maupun partainya.
 
"Kalau untuk pilpres kan pak jokowi merilis berkurang 8 persen, kalau hasil kami 10 persen. Jadi beda sedikit, tapi kurang lebih arahnya sama," katanya seraya mengatakan akan kembali melakukan survei internal pada pertengahan Maret ini.
 
Dia berharap, hasil survei tersebut bisa dijadikan pemacu para kadernya agar bekerja lebih maksimal dalam mendongkrak suar paslon nomor urut 02 dan partainya. 
 
Mengingat, lanjut dia, sejauh ini kondisinya belum kembali seperti pada Pilpres 2014 lalu, di mana Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mampu unggul dengan margin 40 persen dari Joko Widodo-Jusuf Kalla di Jabar.
 
"Kami waktu sampaikan kepada kader kita itu berangkatnya dari 60 persen Prabowo-Hatta waktu itu. Masih belum kembali seperti 2014. Makanya kita berharap para kader harus bekerja dengan penuh semangat, makanya kami sampaikan bahwa di Jabar bisa sampai 70 persen," paparnya.
 
Haru menambahkan, sebagai upaya menambah pundi suara di Jabar, pihaknya akan terus melaksanakan kampanye tatap muka, lantaran dinilai sangai efektif.
 
Gebrakan lainnya, kata dia, pada pekan ini Prabowo-Sandi akan menyambangi Bandung. Pihaknya akan menyampaikan berbagai usulan kepada capres-cawapres yang diusungnya tersebut untuk menggenjot suara di Jabar.
 
"Dan alhamdulillah usulan kami, waktu ada pertemuan di rumah Pak Sudrajat (Juru Bicara BPN) agar BPN lebih memperhatikan Jabar, karena dari TKN (Joko Widodo-Maruf Amin sangat gencar untuk Jabar, alhamdulilah sudah direspon," katanya.
 
Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan Pasangan nomor urut 02 untuk lebih masiv melaksanakan kampanye di masa menjelang pencoblosan di Jabar. Walaupun, hal tersebut merupakan kewenangan dari BPN.
 
"Karena Jabar adalah basis dari Pak prabowo waktu itu (Pilpres 2014). Kita juga sudAh sampaikan ke Pak Djoko Santoso (Ketua BPN). Mudah mudahan Jabar menang telak supaya bisa berkontribusi kepada suara nasional," pungkasnya. 


Editor : inilahkoran