Ini Tanggapan Robert Alberts Soal Liga Digelar Agustus

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts akhirnya memberikan komentarnya mengenai nasib Liga 1 2021-2022.

Ini Tanggapan Robert Alberts Soal Liga Digelar Agustus
Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts. (istimewa)

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts akhirnya memberikan komentarnya mengenai nasib Liga 1 2021-2022. Terlebih, kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu kembali mengalami penundaan.

Sedianya Liga 1 2021-2022 akan digelar pada 9 Juli. Namun hal itu batal terlaksana usai pemerintah Republik Indonesia menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

PPKM yang diberlakukan sejak 3 hingga 20 Juli itu dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran lantaran saat ini status Covid-19 mengalami peningkatan.

Robert mengaku mendapatkan kabar dari Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono yang mengikuti meeting bersama PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) bahwa Liga 1 2021-2022 akan kembali digelar 2-4 pekan setelah PPKM Darurat.

"Masa PPKM rencananya akan berakhir pada 20 Juli. Di masa 2-4 pekan itu, saya berharap Liga bisa sesegera mungkin bisa digelar, jangan sampai hingga pertengahan Agustus tidak ada kabar karena pemain dan ofisial sudah merasa frustrasi," ungkap Robert, Minggu (11/7/2021).

Pelatih asal Belanda ini memastikan tidak ada alasan untuk kembali menunda kompetisi. Apalagi jika alasannya hanya karena pandemi Covid-19.

"Covid masih akan ada, begitu juga masa karantina. Tapi sepak bola masih bisa digelar karena saya tidak melihat adanya hubungan langsung antara masa PPKM dan sepak bola. Dalam artian kami bertanding  dengan tanpa penonton, juga penerapan prokes yang ketat," tegasnya.

Karena itu, Robert menaruh harapan besar agar Liga 1 2021-2022 bisa digelar. Diharapkan bisa dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

"Saya hanya berpikir, sebenarnya apa tujuan dari digelarnya Piala Menpora dan saya berharap mendapatkan jawaban yang jelas soal itu. Karena setelah turnamen itu, kami semua telah siap untuk memulai Liga kembali. Tapi Liga ditunda sejak Maret tahun lalu, dan setiap kali kami mendengar Liga akan dimulai, kenyataannya harus ditunda sedangkan Covid tidak pernah pergi dari Indonesia atau dunia ini. Indonesia menjadi satu satunya negara yang tanpa sepak bola selama satu setengah tahun," pungkasnya. (muhammad ginanjar)


Editor : suroprapanca