Ini Ungkapan Tyronne Laga Persib vs Persebaya Tanpa Penonton
Tyronne Gustavo del Pino Ramos mengungkapkan rasa sedihnya. Pasalnya laga Persib vs Persebaya tanpa penonton.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tyronne Gustavo del Pino Ramos mengungkapkan rasa sedihnya. Pasalnya laga Persib vs Persebaya tanpa penonton.
Menurut Tyronne, laga Persib vs Persebaya tanpa penonton ini buruk bagi timnya. Apalagi di laga tersebut, Maung Bandung bertindak sebagai tuan rumah tepatnya digelar di Stadion si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung, Jumat 18 Oktober 2024
“Ini buruk bagi kami, karena kami perlu Bobotoh, kami perlu fans,” ungkap Tyronne di Stadion Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung.
Playmaker asal Spanyol ini menilai sudah seharusnya dukungan diberikan penonton. Sebab kehadirannya di Stadion akan membuat para pemain Persib Bandung semakin termotivasi untuk memenangkan pertandingan.
“Dan tim lainnya juga tentu akan merasakan itu, karena saya bicara dengan pemain Port, meski tidak penuh tapi mereka tetap merasakan atmosfernya,” tuturnya.
Meski demikian, ia memahami aturan larangan tanpa penonton tidak bisa diubah. Sehingga timnya harus menerima laga melawan Persebaya Surabaya tidak bisa disaksikan penonton secara langsung.
Tidak hanya melawan Persebaya, namun juga berlaku untuk laga kandang selanjutnya melawan Semen Padang yang akan digelar 1 November 2024.
Setelah itu, Persib Bandung bisa menggelar pertandingan kandang dengan penonton. Namun dengan catatan tribun utara dan selatan tidak boleh diisi penonton, masing-masing saat menjamu Borneo FC, Malut United dan Persita Tangerang.
Aturan itu diberlakukan imbas dari beberapa insiden yang terjadi saat menjamu Persija Jakarta, 23 September 2024 lalu. Dari mulai penyalaan flare dalam jumlah banyak saat pertandingan berjalan.
Selain itu, terdapat pelemparan air mineral dalam botol dan plastik ke arah steward yang tengah menjalankan tugasnya di sisi lapangan serta masuknya penonton ke area lapangan pertandingan yang mengakibatkan penganiayaan dan kerusuhan serta adanya korban luka-luka.
“Sekarang itu sudah terjadi dan semua harus belajar mengenai ini untuk masa depan supaya tidak terjadi lagi dan kami bisa bersama-sama hingga akhir,” kata Tyronne.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

