Inilah Tujuh Langkah Mengatasi Kemacetan Puncak dan Simpang Ciawi
Semua pihak sepakat tujuh langkah mengatasi kemacetan Puncak dan Simpang Ciawi. Pemkab Bogor, Polres Bogor, Kemenhub, dan KemenPUPR sepakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Puncak - Semua pihak menyepakati tujuh langkah mengatasi kemacetan Puncak dan Simpang Ciawi. Pemkab Bogor, Polres Bogor, Kemenhub, dan KemenPUPR sepakat terkait kebijakan itu.
Lengkapnya, tujuh langkah mengatasi kemacetan Puncak dan Simpang Ciawi itu pertama yakni pembangunan flyover dilakukan Kementerian PUPR serta pembebabasan lahan ditanggung pmerintah pusat.
Langkah kedua dari tujuh langkah mengatasi kemacetan Puncak dan Simpang Ciawi itu yakni penataan di sekitar Simpang Ciawi dilakukan PT Jasa Marga sejalan dengan penyediaan fasilitas pickpoint angkutan bus Transjabodetabek yang dilakukan BPTJ.
Baca Juga: Puncak Terus Dihantui Macet, Anggota DPR RI Ini Merasa Negara Tak Hadir
Ketiga, pembangunan terminal tipe A. Keempat, melalukan kajian rencana pembangunan fasilitas dan pemadu intermoda di sekitar kawasan Simpang Ciawi yang dilakukan BPTJ.
Kelima, melakukan optimalisasi skema anggaran pembangunan melalui APBN, KPBU dan pihak swasta. Keenam, reaktivasi traffic light di Simpang Ciawi. Ketujuh, menjadikan Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur (Bopunjur) sesuai dengan Perpres Nomor 60 Tahun 2020 sebagai Kawasan Prioritas Nasional.
Menanggapi tujuh langkah mengatasi kemacetan Puncak dan Simpang Ciawi itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan penataan Simpang Ciawi adalah bagian dari tujuh titik penataan yang direncanakan Kabupaten Bogor. Lantaran Simpang Ciawi berbatasan dengan Kota Bogor maka penataannya dilakukan secara kolaboratif dengan Pemerintahan Kota Bogor.
Baca Juga: Puncak Diprediksi Sepi Saat Libur Nyepi, Warga Tetap Diimbau Hindari Macet dengan Lalui Jalan Ini
Ade Yasin meyakini, penataan Simpang Ciawi itu dilakukan karena kebutuhan. Sebab, Kecamatan Ciawi menjadi jalur yang dilalui wisatawan menuju Kawasan Puncak.
"Kawasan Puncak adalah destinasi wisata yang cukup strategis, setiap Sabtu-Minggu atau weekend itu pasti dipadati oleh wisatawan nusantara Begitu juga dengan Kota Bogor merupakan tempat wisata yang tentunya harus terintegrasi juga dengan Kabupaten Bogor," kata Ade Yasin Jumat 4 Maret 2022.
Selain itu, Ade Yasin pun mendorong pembangunan jalur Puncak 2. Bahkan, rencana tersebut disepakati Pemerintahan Kabupaten Cianjur melalui pertemuan antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor dengan Forkopimda Kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Sering Langganan Macet Saat Liburan, Sandiaga Uno Usul Buat Kereta Gantung di Puncak Bogor
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Irjen (Pol) Budi Setiyadi menyebutkan pada Februari lalu pihaknya meminta kepada beberapa stakeholder terkait untuk dapat berkolaborasi terutama dalam penataan Simpang Ciawi.
Menurutnya, penataan awal sudah dilakukan PT Jasa Marga. Langkah tersebut berdasarkan hasil pembahasan jangka pendek dan jangka panjang penataan Simpang Ciawi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Ade Yasin, pihak Kepolisian, Kementerian PUPR, juga dari Pemprov Jawa Barat.
Baca Juga: ini Strategi Polres Bogor Atasi Kemacetan di Puncak Saat Libur Panjang Pekan Ini
“Ini akan kami kawal, saya juga akan lapor kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berdasarkan hasil notulen ada beberapa catatan yang harus segera kita tindak lanjuti dan untuk rencana jangka pendek akan segera kita lakukan. Sementara untuk rencana jangka panjang tentunya mungkin butuh suatu effort yang luar biasa, akan segera kami laporkan lebih lanjut. Kami juga mengharapkan juga nanti juga ada komunikasi dengan Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono dan bahkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan,” terang Budi.
Sebagai langkah jangka pendek saat ini, pihaknya melanjutkan penataan terminal yang sedang dilakukan PT Jasa Marga. Selain itu, pihaknya pun menyiapkan DED penataan kawasan Simpang Ciawi, penataan PKL, serta penataan kawasan Puncak dan pembangunan fly over. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


