Insan Perfilman Antusias Dapat Sokongan Pemerintah
INILAH, Bandung - Dalam rangka Hari Film Nasional (HFN) ke-69 yang jatuh pada 30 Maret 2019, Badan Perfilman Indonesia (BPI) bekerja sama dengan Pusbang Film menyelenggarakan serangkaian kegiatan perf
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Dalam rangka Hari Film Nasional (HFN) ke-69 yang jatuh pada 30 Maret 2019, Badan Perfilman Indonesia (BPI) bekerja sama dengan Pusbang Film menyelenggarakan serangkaian kegiatan perfilman.
Salah satunya adalah Film Art Exhibition 2019 di Atrium 23, Pasir Kaliki Shopping Centre, Bandung mulai 27 - 31 Maret 2019.
Bertemakan Film Indonesia Keren, penyelenggaraan Film Art Exhibition 2019 ingin mendekatkan ekosistem film nasional kepada masyarakat luas melalui pameran kostum dan properti film.
Pameran kostum film Indonesia di tempat komersial, belum pernah diadakan sebelumnya. Sejalan dengan membaiknya industri perfilman Tanah Air, maka diperlukan aktivitas pendorong agar masyarakat lebih mengenal proses yang terjadi dalam membuat sebuah film, khususnya film Indonesia.
Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Chand Parwez mengatakan, masih banyak anggapan bahwa perfilman sebagai sesuatu yang dieksploitasi. Padahal, dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar pembuatan film berlangsung.
"Tidak jarang ketika kita ingin mengangkat berbagai keindahan di Jawa Barat, tapi masih terkendala berbagai hal yang dipersulit. Padahal berapa pun uang yang terserap di suatu daerah, akan menjadi ekonomi baru bagi daerah itu," ungkapnya kepada wartawan di acara Film Art Exhibition 2019 di Atrium 23 Paskal, Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Rabu (27/3).
Dia menambahkan, perkembangan film Indonesia menunjukkan data menggembirakan. Semakin banyak karya sineas Indonesia diapresiasi secara internasional.
Tapi, yang terpenting adalah tumbuhnya kepercayaan penonton Indonesia atas karya lokal. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah penonton film Indonesia dari tahun ke tahun.
Kepercayaan penonton, lanjut dia, menjadi pegangan bagi para sineas untuk menciptakan karya-karya yang lebih baik lagi setiap waktu.
Untuk itu, selalu dilakukan alih ilmu dari para senior kepada para junior agar terjadi pemerataan kualitas keahlian melalui workshop film, sebagaimana yang juga dilakukan pada rangkaian acara Film Art Exhibition 2019.
"Kali ini workshop film ditujukan bagi para pemula dan akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 29 - 31 Maret 2019 di tempat yang sama. Acara lainnya adalah nonton bareng film Sultan Agung di CGV," tuturnya.
Diharapkan dengan rangkaian kegiatan itu, maka Film Art Exhibition 2019 dapat menjadi jembatan baru bagi para pelaku film dan penonton. Film tidak hanya bisa dinikmati melalui layar lebar, namun juga melalui pameran-pameran di tempat-tempat terbuka dan komersial.
Pada kesempatan yang sama, Disparbud Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan berkomitmen untuk memberikan kemudahan pada industri perfilman. Pasalnya, hal itumembantu peningkatan pariwisata dan ikut menyumbang devisa negara.
"Kita akan berikan kemudahan, termasuk perizinan dan regulasi sehingga memberikan ruang bagi perfilman berkreasi di Jawa Barat," ucapnya.
Pihaknya berharap industri perfilman tidak hanya di Kota Bandung, tapi juga menggali potensi juga di kota/kabupaten lainnya. Sebab, masih banyak daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi dalam dunia perfilman.
"Di Jawa Barat ada lima destinasi wisata dan banyak tempat-tempat bersejarah. Hal ini yang dapat digali dan diperkenalkan, dalam rangka mendorong sektor pariwisata," tambahnya.
Editor : inilahkoran

