Inspiratif, Siswa SMPN 4 Cikalong Wetan Sulap Sampah Plastik Jadi Paving Block
Siswa SMPN 4 Cikalong Wetan berhasil menyulap sampah plastik menjadi paving block. Begini cerita sukses mereka:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Kisah inspiratif datang dari SMPN 4 Cikalong Wetan. Para siswa berhasil menyulap sampah plastik jadi paving block.
Keberhasilan Siswa SMPN 4 Cikalong Wetan menyulap sampah plastik jadi paving block adalah buah dari proyek Profil Pelajar Pancasila.
Proyel itu mengusung tema Perubahan Iklim Global dan Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI.
Baca Juga: Ini Dia Korban Aksi Pornografi Pelatih Futsal Cabul di Kabupaten Bogor
Guru SMPN 4 Cikalong Wetan, Endang Wahyu Widiasari menjelaskan awal mula para siswa mencoba menyulap sampah plastik menjadi paving block.
Menurut Endang, pihaknya sering direpotkan dengan banyaknya sampah plastik yang bertumpuk di lingkungan sekolah.
Kemasan makanan pabrik yang hampir sebagian besar menggunakan plastik.
"Belum lagi bungkus makanan yang disediakan kantin sekolah hampir 100 persen berbahan plastik," katanya.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Favorit yang Kamu Pilih Bisa Ungkap Karaktermu yang Sebenarnya
Padahal, lanjut dia, sudah sering sekali pihaknya mengingatkan agar para siswa membawa bekal dari rumah, bawa alat makanan, tapi perlu waktu untuk membuat pembiasaan ini bisa berjalan dan menjadi budaya di sekolah.
"Kami sudah lakukan penyuluhan kepada warga sekolah harus, sebab begitu bahayanya limbah plastik bagi kelestarian lingkungan hidup," jelasnya.
Ia menyebut, sampah plastik akan menimbukan pencemarannya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah, racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
Baca Juga: Tiga Amalan Paling Dicintai Allah, Ustadz Khalid Basalamah: Pahala Besar dan Dimuliakan
"Sekolah bekerja sebagai penanaman pendidikan karakter, dan wajib melakukan tindakan nyata untuk penanggulangan masalah sampah ini," sebutnya.
Ia menerangkan, lantaran permasalahan tersebut pihaknya berinisiatif membuat program Project Profil Pelajar Pancasila dengan tema Perubahan Iklim Global dan Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI.
"Adapun yang kami buat adalah paving block dengan bahan dasar limbah plastik, dengan tujuan untuk menanamkan pembiasaan kepada siswa memilah sampah organik dan anorganik baik di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah," terangnya.
Baca Juga: Hukum Menelan Ludah Saat Puasa, Buya Yahya: Tak Batal Asal Penuhi 3 Syarat Ini
Kemudian, terang dia, siswa diajak untuk memanfaatkannya menjadi barang-barang yang berguna untuk kehidupan dan juga untuk mengembangkan jiwa wirausaha dimana hasilnya akan digunakan untuk penataan lingkungan sekolah.
"Kita juga akan jual dengan pemasaran melalui media sosial seperti IG, FB atau WA," terangnya.
Ia berharap, melalui Project Profil Pelajar Pancasila siswa dapat menanamkan sikap beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara menumbuhkan sikap rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan.
Baca Juga: DPRD Kota Bandung Syukuri Realisasi Target Pendapatan Dinas Pekerjaan Umum di 2021
"Peduli dan cinta terhadap lingkungan merupakan salah satu bentuk aplikasi nyata dalam kehidupan," ujarnya.***(agus satia negara).
Editor : inilahkoran


