Investasi di Kabupaten Bogor Tinggi Namun Tidak Mengurangi Angka Pengangguran

Tingginya investasi di Kabupaten Bogor yang mencapai Rp22,9 triliun pada 2024 lalu tidak serta merta mengurangi angka pengangguran.

Investasi di Kabupaten Bogor Tinggi Namun Tidak Mengurangi Angka Pengangguran
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor Nana Mulyana mengatakan, hal itu karena investasi di Kabupaten Bogor yang ditanam sifatnya cenderung lebih ke padat modal ketimbang padat karya. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Tingginya investasi di Kabupaten Bogor yang mencapai Rp22,9 triliun pada 2024 lalu tidak serta merta mengurangi angka pengangguran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor Nana Mulyana mengatakan, hal itu karena investasi di Kabupaten Bogor yang ditanam sifatnya cenderung lebih ke padat modal ketimbang padat karya.

Sementara, jumlah lulusan sekolah atau kuliah cukup tinggi, dan banyak karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pabrik tempat mereka bekerja pindah atau bangkrut.

"Karena investasi di Kabupaten Bogor banyak di padat modal, maka industri yang baru tidak banyak membuka lapangan kerja," ujar Nana kepada wartawan, Selasa 13 Januari 2026.

Nana menuturkan, Kabupaten Bogor tertolong dengan tumbuhnya hotel-hotel dan objek wisata baru di kawasan wisata.

Pasalnya, selain membuka lapangan kerja baru dengan tumbuhnya hotel-hotel dan objek wisata baru itu ternyata mengerek tumbuhnya ekonomi kreatif.

"Untungnya, walaupun hotel dan objek wisata baru bukan termasuk investasi yang sangat padat karya, tetapi keberadaan mereka menumbuhkan ekonomi kreatif," tutur Nana.

Guna mengurangi angka pengangguran, Disnaker Kabupaten Bogor pun mengadakan pelatihan konten kreator.

Hal itu karena tenaga konten kreator yang memiliki kompetensi, dibutuhkan banyak pihak dan menjadi usaha yang mandiri

"Pelatihan tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan, kami pun melatih 400 pemuda untuk dilatih menjadi konten kreator pada 2026 ini, mereka nanti bisa bekerja ataupun menjadi pelaku usahanya," lanjutnya. 


Editor : Doni Ramdhani