Investor Tol Kanci-Pejagan Minta Kepastian Regulasi untuk Jaga Investasi

Investor Tol Rafflesia Kanci-Pejagan meminta kepastian hukum dan regulasi yang jelas untuk menjaga keberlanjutan investasi infrastruktur jalan tol.

Investor Tol Kanci-Pejagan Minta Kepastian Regulasi untuk Jaga Investasi
Investor Tol Rafflesia Kanci-Pejagan meminta kepastian hukum dan regulasi yang jelas untuk menjaga keberlanjutan investasi infrastruktur jalan tol.

INILAHKORAN.ID-Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi pelaku investasi untuk menyampaikan harapan terhadap keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Kalangan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menilai kepastian hukum dan regulasi yang jelas menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan investasi di sektor jalan tol.

Direktur PT Semesta Marga Raya (SMR), I Wayan Mandia, selaku pengelola ruas Tol Rafflesia Kanci–Pejagan, mengatakan investor membutuhkan regulasi yang jelas dan konsisten agar investasi infrastruktur dapat terus berkembang.

“Sebagai investor, kami mengharapkan regulasi yang jelas. Bukan hanya soal keuntungan, tapi bagaimana investasi ini bisa berjalan berkelanjutan, bertumbuh, dan berkembang,” ujar Wayan, Selasa (18/8/2026).

kepastian hukum Jadi Kunci investasi jalan tol

Menurut Wayan, kepastian hukum merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan investasi jalan tol. Kepastian tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pembangunan infrastruktur, tetapi juga aturan perpajakan yang dinilai perlu memberikan kejelasan bagi investor.

“Harus ada timbal balik yang nyata. Investor bukan sekadar mengejar profit, tapi bagaimana investasi bisa memberi manfaat jangka panjang,” katanya.

Ia menilai regulasi yang tidak jelas atau kerap berubah dapat membuat investor ragu dalam mengambil keputusan investasi. Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu memberikan kepastian sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.

“Perusahaan membutuhkan intensitas yang kuat, bukan hanya dari pegawai, tapi juga dukungan regulasi. Dengan begitu, performa investasi bisa bertahan dan memberi manfaat luas,” ucapnya.

SMR Salurkan Bantuan untuk Warga

Selain menyampaikan aspirasi terkait keberlanjutan investasi, PT SMR juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, perusahaan menyalurkan bantuan berupa 25 paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

Program sosial tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan. SMR berencana melanjutkannya melalui berbagai kegiatan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Salah satu program yang disiapkan adalah penanaman pohon di sekitar area tol. Selain itu, perusahaan juga berencana menjalankan program pemberdayaan perempuan untuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di wilayah sekitar.

Tol Kanci-Pejagan Dorong Konektivitas dan Ekonomi

Wayan menambahkan, keberadaan Tol Rafflesia Kanci–Pejagan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran konektivitas transportasi. Infrastruktur jalan tol juga dinilai memiliki peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Peningkatan aksesibilitas dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas distribusi barang dan kegiatan ekonomi di wilayah yang terhubung oleh jalan tol.

“Keberlanjutan investasi di sektor jalan tol diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, baik melalui peningkatan akses mobilitas maupun berbagai program sosial dan lingkungan yang dijalankan perusahaan,” pungkasnya.

Dengan demikian, keberlanjutan investasi infrastruktur dinilai membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat. Kepastian regulasi diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang sehat, sementara perusahaan tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.***


Editor : JakaPermana