Pemkot Bandung Bangun RDF Gedebage, Olah 300 Ton Sampah per Hari

Pemkot Bandung siapkan instalasi RDF tipe 5 di Gedebage berkapasitas 300 ton sampah per hari yang ditargetkan beroperasi Januari 2027.

Pemkot Bandung Bangun RDF Gedebage, Olah 300 Ton Sampah per Hari
Kepala DLH Kota Bandung, Darto menyampaikan rencana pembangunan instalasi RDF di Gedebage, Kota Bandung.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan pembangunan instalasi pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di kawasan Gedebage. Fasilitas baru tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027 dengan kapasitas pengolahan sekitar 300 ton sampah per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, mengatakan pembangunan instalasi RDF di Gedebage merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.

Rencana pembangunan fasilitas tersebut juga mendapat dukungan dari pihak kementerian terkait dan PT Pindad.

“Sesuai dengan arahan pak wali kota, kami akan membangun instalasi baru di Gedebage yang mendapatkan dukungan dari kementerian, kemudian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau Ristekdikti dan Pindad. Kami akan mengeksekusi rencana tersebut,” kata Darto, Selasa (18/8/2026).

RDF tipe 5 Akan Hasilkan Briket

Instalasi RDF baru di Gedebage nantinya tidak berdiri sendiri. Fasilitas tersebut akan menambah infrastruktur pengolahan sampah yang telah tersedia di kawasan tersebut.

Salah satu fasilitas yang sudah ada adalah pengolahan sampah berbasis maggot secara komunal. Ke depan, fasilitas tersebut berpotensi dikembangkan dengan penambahan teknologi pengolahan sampah lainnya.

Menurut Darto, teknologi yang akan digunakan merupakan RDF tipe 5. Berbeda dengan RDF yang masih berbentuk curah, RDF tipe 5 telah melalui proses pemadatan sehingga menghasilkan material berbentuk briket.

“Teknologinya berupa RDF atau Refuse Derived Fuel tipe 5, yaitu RDF yang sudah dipadatkan. Jadi bukan RDF dalam bentuk curah,” ujarnya.

RDF tipe 5 tersebut nantinya menghasilkan bahan bakar alternatif berbentuk briket. Bahan bakunya dapat berasal dari berbagai jenis sampah yang bisa diproses melalui instalasi, termasuk sampah organik dan anorganik.

“Dalam istilah RDF ada tipe 1 sampai tipe 5. RDF tipe 5 merupakan RDF yang sudah dipadatkan dan hasilnya berbentuk briket,” jelas Darto.

Instalasi RDF Gedebage Berkapasitas 300 Ton per Hari

Dari sisi kapasitas, instalasi pengolahan sampah tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 300 ton sampah setiap hari.

Kapasitas tersebut diharapkan dapat menambah kemampuan pengolahan sampah Kota Bandung sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi beban sampah yang harus ditangani.

“Kapasitas yang direncanakan adalah sekitar 300 ton sampah per hari,” katanya.

Saat ini, pembangunan instalasi masih berada pada tahap perencanaan. Pemkot Bandung dijadwalkan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan pihak terkait sebagai salah satu tahapan awal kerja sama.

Setelah MoU ditandatangani, proses akan dilanjutkan dengan penyusunan perjanjian kerja sama (PKS). Tahapan tersebut diharapkan dapat dilakukan pada hari yang sama atau tidak lama setelah MoU.

“Setelah penandatanganan MoU, pada hari yang sama atau hari berikutnya dalam waktu dekat kami akan melakukan PKS,” tutur Darto.

Setelah kerja sama selesai, tahapan berikutnya adalah pematangan lahan. Selanjutnya, pembangunan konstruksi instalasi RDF akan mulai dilaksanakan di kawasan Gedebage.

Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Darto mengatakan pembangunan instalasi RDF Gedebage ditargetkan berlangsung relatif cepat. Berdasarkan arahan Menteri Riset dan Teknologi, fasilitas tersebut diharapkan sudah dapat beroperasi pada Januari 2027.

“Target dari pak Menteri Ristek Dikti, pada bulan Januari instalasi tersebut sudah dapat beroperasi,” ucapnya.

Pemkot Bandung berharap keberadaan fasilitas baru tersebut dapat memperkuat sistem pengolahan sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif.

DLH Bandung Siapkan Tim Taktis

Di sisi lain, DLH Kota Bandung memastikan aktivitas masyarakat di kawasan Gedebage tidak menyebabkan peningkatan volume sampah yang signifikan.

Untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas di sejumlah titik keramaian, DLH telah menyiapkan petugas dan tim taktis yang dapat diterjunkan sewaktu-waktu.

“Kami memiliki tim taktis sekitar 11 sampai 20 orang yang standby, ketika ada aktivitas atau keramaian. Kalau ada kebutuhan, tim tersebut langsung kami kirim ke lokasi,” kata Darto.

DLH juga secara rutin menurunkan petugas untuk menangani sampah di berbagai lokasi. Menurut Darto, terdapat sembilan lokasi yang menjadi perhatian dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan penanganannya,” tegasnya.

Darto kembali memastikan hingga saat ini tidak terdapat peningkatan volume sampah yang signifikan di kawasan Gedebage. Penanganan rutin dan kesiapsiagaan tim taktis menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan tersebut.

“Tidak ada peningkatan yang signifikan,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana