Hadapi Puncak Mudik, Pengelola Tol Kanci–Pejagan Siapkan Layanan Darurat dan Diskon

Pengelola Tol Kanci-Pejagan memberikan layanan darurat selama puncak arus mudik juga diskon tarif tol

Hadapi Puncak Mudik, Pengelola Tol Kanci–Pejagan Siapkan Layanan Darurat dan Diskon
Manajer Operasional PT SMR, Fadli Firmandani saat memberikan keterangan Pers terkait berbagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026, belum lama ini.

INILAHKORAN.ID - Pengelola ruas Tol Kanci–Pejagan, PT Semesta Marga Raya (SMR), menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan pada arus mudik Lebaran 2026. Selain menyiapkan layanan darurat di sepanjang tol, perusahaan juga memberikan potongan tarif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

Manajer Operasional PT SMR, Fadli Firmandani mengatakan hingga Sabtu kemarin, tercatat sekitar 60 ribu kendaraan telah melintas di ruas tol tersebut. Jumlah kendaraan diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekatnya puncak arus mudik.

“Berdasarkan prediksi kami, terjadi peningkatan sekitar dua persen dari total lalu lintas selama periode H- hingga H+ Lebaran,” kata Fadli Senin 16 Maret 2026.

Dia menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 11 ribu unit. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 110 ribu unit.

Untuk menjaga kelancaran perjalanan pemudik, PT SMR menyiapkan sejumlah fasilitas layanan di sepanjang ruas Tol Kanci–Pejagan, mulai dari kendaraan patroli, mobil derek, hingga ambulans.

“Menghadapi lonjakan arus mudik, kami menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti patroli jalan raya, kendaraan derek, ambulans, serta dukungan dari PJR Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah karena ruas tol ini berada di dua wilayah hukum,” ujar Fadli.

Selain itu, PT SMR juga memberikan potongan tarif tol sebesar 30 persen bagi kendaraan yang melintas dari gerbang Tol Cikampek hingga Kalikangkung. diskon tersebut berlaku pada 15 dan 16 Maret untuk arus mudik serta 26 dan 27 Maret untuk arus balik.

“Kebijakan diskon tarif ini diharapkan dapat mendorong pemudik melakukan perjalanan lebih awal sehingga kepadatan pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret dapat terurai,” jelasnya.

Fadli juga mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi sebelum melakukan perjalanan jauh. Ia menekankan pentingnya memeriksa kondisi ban serta memastikan bahan bakar mencukupi.

“Kami juga mengingatkan pengguna jalan tol agar memastikan saldo kartu elektronik atau e-toll mencukupi sebelum memasuki gerbang tol, sehingga tidak menghambat proses transaksi,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan di area istirahat, pengelola tol membatasi waktu singgah kendaraan maksimal 30 menit. Langkah ini diambil agar kapasitas rest area dapat digunakan secara bergantian oleh para pemudik.
Adapun kapasitas parkir di rest area Tol Kanci–Pejagan jalur A KM 228 mampu menampung sekitar 214 kendaraan kecil dan 50 kendaraan besar.

Sementara di jalur B tersedia ruang parkir untuk 226 kendaraan kecil dan 30 kendaraan besar.
Dalam menghadapi potensi kondisi darurat, PT SMR juga menyiapkan kendaraan derek yang dilengkapi tangki air berkapasitas 2.000 liter untuk penanganan awal kebakaran serta kendaraan patroli dengan kapasitas 1.000 liter.

“Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, kami berharap perjalanan pemudik di ruas Tol Kanci–Pejagan dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” tukasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti