IPM Kids Pertama di Jawa Barat Dibentuk di SD Muhammadiyah 1 Margahayu
IPM Kids resmi dibentuk di SD Muhammadiyah 1 Margahayu, Kabupaten Bandung, untuk menanamkan kepemimpinan, karakter, literasi, dan antiperundungan sejak dini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) memperluas kaderisasi hingga jenjang sekolah dasar melalui pembentukan IPM kids di SD Muhammadiyah 1 Margahayu, Kabupaten Bandung. Inisiatif yang disebut sebagai pertama di Jawa Barat ini bertujuan menanamkan jiwa kepemimpinan, membangun karakter, dan menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini.
IPM Kids resmi dibentuk dan dilantik oleh Ketua Pimpinan Daerah (PD) IPM Kabupaten Bandung, Nastiti Meirawati, pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan deklarasi antiperundungan atau anti-bullying bersama IPM Ranting SMP Muhammadiyah 4 Margahayu dan IPM Ranting SMA Muhammadiyah 4 Kabupaten Bandung.
Pembentukan organisasi pelajar tingkat sekolah dasar ini juga diisi kegiatan literasi yang melibatkan Komik NextG melalui lokakarya pembuatan komik, DAR Mizan melalui bazar buku dan kegiatan membaca bersama (readathon), serta Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bandung, Feisal Kertapermana, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Margahayu, Indriawan, mengatakan IPM Kids menjadi salah satu upaya menyiapkan kader persyarikatan Muhammadiyah sejak usia dini. Melalui pengenalan organisasi, siswa diharapkan mampu membangun akhlak sekaligus menumbuhkan semangat menjalankan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah.
"Pembentukan IPM Kids ini sebagai upaya untuk mencetak kader-kader persyarikatan di usia dini, dengan harapan bisa membentuk akhlak dan semangat dalam mensyiarkan dakwah Muhammadiyah ke depan," ujar Indriawan, Kamis (22/10/2026).
Menurut Indriawan, kaderisasi tidak sebatas memperkenalkan organisasi kepada siswa. Proses tersebut juga menjadi sarana pembentukan kepribadian agar anak-anak memiliki nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari hingga dewasa.
Dukungan terhadap pembentukan IPM Kids disampaikan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bandung Selatan, Harist Roza AlQosimi. Dia berharap organisasi tersebut menjadi wadah pembinaan generasi penerus Muhammadiyah yang berkarakter dan siap mengemban tanggung jawab pada masa depan.
"Anak kita SD Muhammadiyah 1, yang mudah-mudahan ini menjadi salah satu alat yang di mana menjadikan putra-putri kita, terutama untuk orang tua, menjadi kader-kader di masa yang akan datang," ucapnya.
Harist menilai, pengenalan organisasi sejak sekolah dasar merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kaderisasi Muhammadiyah, terutama di wilayah Bandung Selatan.
"Dengan adanya IPM Kids Muhammadiyah, mudah-mudahan Muhammadiyah ke depan menjadi lebih kuat, sebagaimana IPM adalah salah satu organisasi yang penyempurna di Muhammadiyah, terutama Bandung Selatan," katanya.
Dia juga berharap pengalaman berorganisasi dapat membekali siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu menjalankan amanah ketika dewasa.
"Dan selanjutnya, kami berharap, mudah-mudahan nanti ke depan ini menjadi ilmu untuk kalian semua, terutama anak-anak SD Muhammadiyah 1, dengan adanya Kids IPM menjadikan pemimpin yang amanah di masa yang akan datang," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Barat, Sunanul Huda, menilai IPM Kids menjadi inovasi dalam memperluas ruang belajar dan pengembangan potensi pelajar Muhammadiyah.
Dia menjelaskan, IPM merupakan wadah bagi pelajar untuk berkumpul, bertukar pengetahuan, dan belajar bersama. Karena itu, kegiatan organisasi bagi siswa sekolah dasar perlu dikemas secara menyenangkan agar sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.
"Secara garis besar, teman-teman perlu ketahui bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah itu merupakan organisasi ataupun wadah, ya, tempat orang-orang berkumpul, tempat teman-teman berkumpul untuk saling belajar," kata Sunanul.
Melalui IPM Kids, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan organisasi tanpa kehilangan semangat belajar. Pendekatan belajar sambil bermain juga diharapkan membuat anak-anak lebih antusias dalam mengembangkan kemampuan diri.
"Teman-teman nanti akan belajar sambil bermain dan tidak akan merasa bosan," ucapnya.
Sunanul menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca dan belajar sejak sekolah dasar. Menurutnya, IPM Kids dapat menjadi ruang bagi siswa untuk saling membantu, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan bersama.
"Karena pada dasarnya, teman-teman sebagai siswa di SD Muhammadiyah 1 ini harus senantiasa terus belajar, harus senantiasa terus membaca. Tentunya nanti Ikatan Pelajar Muhammadiyah itu akan membantu teman-teman untuk belajar dan membaca," tuturnya.
Sunanul mengapresiasi PC IPM Bandung Selatan yang menggagas pembentukan IPM Kids di SD Muhammadiyah 1 Margahayu. Dia menyebut langkah tersebut sebagai terobosan baru dalam mengenalkan organisasi pelajar Muhammadiyah kepada siswa sekolah dasar.
"Tentu pada kesempatan ini kami dari Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah turut berbangga kepada para kader, khususnya di cabang Bandung Selatan," katanya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada PC IPM Bandung Selatan yang telah menginisiasi pembentukan pimpinan ranting IPM Kids.
"Terima kasih banyak kepada PC IPM Bandung Selatan yang telah menginisiasi untuk menghadirkan pimpinan ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah atau IPM Kids ini, karena memang pada dasarnya ini merupakan suatu hal yang baru," ujarnya.
Sunanul menyebut IPM Kids di SD Muhammadiyah 1 Margahayu sebagai yang pertama di Jawa Barat.
"Inovasi yang baru, yang tentunya tadi juga sudah disebutkan bahwa ini merupakan IPM Kids pertama yang ada di Jawa Barat," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti
