IPM Jabar 2026 Naik Jadi 76,62, Kesenjangan Kota Bandung dan Cianjur Masih Lebar
IPM Jabar pada 2026 meningkat menjadi 76,62. Meski mengalami kenaikan 0,72 poin dibandingkan tahun sebelumnya, kesenjangan antardaerah masih terlihat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar pada 2026 meningkat menjadi 76,62. Meski mengalami kenaikan 0,72 poin dibandingkan tahun sebelumnya, capaian pembangunan manusia di Jabar masih memperlihatkan kesenjangan antardaerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat, Kota Bandung menjadi daerah dengan IPM tertinggi, yakni 85,44 atau masuk kategori sangat tinggi. Sebaliknya, Kabupaten Cianjur mencatat IPM terendah sebesar 70,64.
Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, secara umum kualitas pembangunan manusia di Jabar terus mengalami perbaikan. IPM 2026 sebesar 76,62 meningkat dari 75,90 pada 2025 dan masih berada dalam kategori tinggi.
Peningkatan tersebut ditopang perbaikan seluruh indikator pembentuk IPM, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga standar hidup masyarakat.
“Peningkatan IPM ini didorong oleh pertumbuhan positif pada seluruh indikator pembentuknya yaitu Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH) yang meningkat 0,27 tahun menjadi 75,80 tahun, hal ini mencerminkan perbaikan taraf kesehatan masyarakat, akses air minum layak, serta kepemilikan jaminan kesehatan,” kata Ari, dalam pemaparan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, Kamis (5/11/2026).
Dari sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat mencapai 13,03 tahun atau bertambah 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menggambarkan peluang anak berusia tujuh tahun untuk mengenyam pendidikan hingga tahun pertama perguruan tinggi.
Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat 0,11 tahun menjadi 9,25 tahun. Capaian tersebut setara dengan pendidikan yang ditempuh hingga kelas IX atau tingkat akhir SMP.
“Selain itu Harapan Lama Sekolah (HLS) yang mencapai 13,03 tahun, atau naik 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, yang berarti anak usia 7 tahun ke atas memiliki peluang menempuh pendidikan hingga tahun pertama perguruan tinggi,” ucapnya.
Perbaikan juga tercermin dari standar hidup masyarakat. Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat Rp555.000 menjadi Rp13.002.000. BPS mencatat, kenaikan indikator tersebut sejalan dengan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Dari pemetaan wilayah, terdapat perubahan status pembangunan manusia di sejumlah daerah. Kota Bogor berhasil naik dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi. Adapun Kabupaten Cianjur meningkat dari kategori sedang menjadi tinggi.
Dengan perkembangan tersebut, kini terdapat lima kota di Jabar yang masuk kategori IPM sangat tinggi. Sementara 22 kabupaten/kota lainnya berada dalam kategori tinggi. Artinya, tidak ada lagi daerah di Jawa Barat yang masih berada pada kategori pembangunan manusia sedang.
Meski demikian, kecepatan peningkatan IPM di setiap daerah tidak sama. Kabupaten Bandung Barat tercatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan IPM paling pesat pada 2026, yakni bertambah 0,99 poin.
Kota Bandung mencatatkan IPM tertinggi di Jabar, yakni 85,44 yang artinya masuk kategori 'Sangat Tinggi', sementara Kabupaten Cianjur mencatatkan angka 70,64.
“Secara keseluruhan, saat ini terdapat 5 kota berstatus 'Sangat Tinggi' dan 22 kabupaten/kota berstatus 'Tinggi', sehingga tidak ada lagi wilayah di Jawa Barat yang berada pada kategori status 'Sedang'. Adapun Kabupaten Bandung Barat menjadi wilayah dengan laju pertumbuhan IPM paling pesat, yakni meningkat sebesar 0,99 poin,” pungkas Ari.
Editor : Doni Ramdhani

