IPM Jabar 2025 Tertinggi Nasional, Kualitas Hidup Warga Meningkat
Jabar mencatat lompatan signifikan dalam pembangunan manusia sepanjang 2025. Data BPS Jabar menunjukkan, IPM pada 2025 mencapai 75,90 atau 0,98 poin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jabar mencatat lompatan signifikan dalam pembangunan manusia sepanjang 2025. Di tengah persaingan antardaerah, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu berhasil membukukan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi secara nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar menunjukkan, IPM pada 2025 mencapai 75,90 atau meningkat 0,98 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar di antara seluruh provinsi di Indonesia dan mencerminkan percepatan pembangunan manusia yang sedang berlangsung.
Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati menegaskan, jika dilihat dari posisi IPM secara nasional, Jabar memang masih berada di urutan ke-15 dari 38 provinsi. Namun dari sisi laju peningkatan, Jabar justru menjadi provinsi dengan akselerasi pembangunan manusia paling tinggi.
"Kalau kita melihat IPM secara level, Jabar memang masih berada pada posisi ke-15 di antara 38 provinsi di Indonesia. Namun, kalau kita melihat perubahan dari tahun ke tahun, Jabar justru menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang paling tinggi. Hal ini menunjukkan secara momentum Jabar sedang mengalami akselerasi yang sangat kuat,” ujar Margaretha dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Menurut Margaretha, capaian tersebut memiliki arti penting karena terjadi di provinsi yang dihuni lebih dari 51 juta penduduk. Dengan skala populasi sebesar itu, peningkatan IPM menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat secara luas, bukan hanya pada kelompok tertentu.
“Ketika IPM meningkat, kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata kualitas hidup penduduk Jabar mengalami perbaikan,” ucapnya.
BPS mencatat, kenaikan IPM Jabar ditopang perbaikan seluruh indikator utama pembentuk indeks tersebut. Pada sektor kesehatan, Umur Harapan Hidup meningkat dari 75,16 tahun menjadi 75,53 tahun.
Sementara di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah naik dari 12,80 tahun menjadi 13,02 tahun. Adapun Rata-rata Lama Sekolah meningkat dari 8,87 tahun menjadi 9,14 tahun.
Pada sektor kesejahteraan ekonomi, pengeluaran per kapita yang disesuaikan juga mengalami kenaikan sekitar Rp290 ribu, dari Rp12,16 juta menjadi Rp12,45 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan IPM tidak hanya terjadi pada satu sektor, melainkan bergerak serentak pada aspek kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat.
"Jawa Barat bukan hanya sedang meningkatkan IPM, tetapi sedang berusaha memperbaiki kualitas lebih dari 51 juta penduduknya," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyebut capaian tersebut sebagai bukti, berbagai upaya pembangunan yang dilakukan hingga tingkat akar rumput mulai menunjukkan hasil nyata.
Menurutnya, meski IPM Jabar masih berada di bawah sejumlah provinsi dengan indeks tertinggi seperti DKI Jakarta dan Yogyakarta, laju peningkatan yang dicapai menjadi prestasi tersendiri.
"Meski IPM keempat secara nasional dan di bawah DKI dan DIY, tetapi pada tahun 2025 ini kami meraih peringkat tertinggi secara nasional kenaikan IPM," tuturnya.
Dedi menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kontribusi seluruh elemen pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga lingkungan masyarakat paling bawah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah hingga tingkat RT dan RW. Ini adalah keberhasilan kita bersama," kata Dedi.
Editor : Doni Ramdhani


