Ipswich vs Arsenal Jadi Panggung Gabriel Martinelli Sejajarkan Diri dengan Legenda The Gunners

Laga Ipswich vs Arsenal menjadi panggung Gabriel Martinelli mensejajarkan diri dengan legenda Arsenal.

Ipswich vs Arsenal Jadi Panggung Gabriel Martinelli Sejajarkan Diri dengan Legenda The Gunners
Gabriel Martinelli mencetak gol ke-50 untuk The Gunners dalam duel Ipswich vs Arsenal. (X @Arsenal)

INILAHKORAN, London – Laga Ipswich-vs-Arsenal'>Ipswich vs Arsenal menjadi panggung Gabriel Martinelli mensejajarkan diri dengan legenda Arsenal.

Duel Ipswich-vs-Arsenal'>Ipswich vs Arsenal berlangsung di Stadion Portman Road, Minggu 20 April 2024. Dalam pertandingan ini, Arsenal memenangkannya 4-0.

Leandro Trossard menjadi pahlawan kemenangan pada pertandingan Ipswich-vs-Arsenal'>Ipswich vs Arsenal ini. Dia menyumbangkan dua gol.

Tapi, bintang istimewa Arsenal pada laga kali ini adalah Gabriel Martinelli. Dia ikut mencetak satu gol klubnya pada laga Ipswich-vs-Arsenal'>Ipswich vs Arsenal.

Gol itu, istimewanya, adalah gol ke-50 Gabriel Martinelli untuk Arsenal sejak bergabung dengan klub London Utara itu.

Dengan 50 gol yang dia torehkan di usia yang baru 23 tahun 306 hari, Gabriel Martinelli kini menjadi bagian dari legenda Arsenal di masa muda.

Dia menjadi salah satu pemain yang mampu mencetak 50 gol dalam usia relatif muda. Gabriel Martinelli kini bisa dikatakan sejajar dengan Bukayo Saka, Cesc Fabregas, dan Theo Walcott.

Bukayo Saka kini tercatat sebagai pemain termuda yang menorehkan 50 gol untuk Arsenal. Dia mencapainya dalam usia 22 tahun 159 hari.

Setelah itu menyusul Cesc Fabregas yang kini menjadi pelatih Como. Saat membela Arsenal, dia sudah mencetak 50 gol dalam usioa 23 tahun 134 hari.

Di posisi ketiga ada Theo Walcott. Pemain binaan Arsenal yang pernah disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan Inggris, sebelum akhirnya meredup, mencapai golnya yang ke-50 dalam usia 23 tahun 235 hari.

Dalam laga Ipswich-vs-Arsenal'>Ipswich vs Arsenal ini, tuan rumah memang bukan lawan sebanding bagi pasukan Mikel Arteta. Bahkan sejak pertandingan dimulai, Arsenal langsung melakukan tekanan.

Bahkan baru tiga menit laga jalan, Arsenal sudah membuka peluang. Oleksandr Zinchenko mengirim umpan silang ke kotak penalti. Sayangnya, pemain belakang lawan masih bisa melakukan intersepsi.

Di awal laga itu, hanya sekali kiper Arsenal, David Raya mendapat ujian. Tapi, dia mampu meredam tendangan Jens Cajuste dengan mudah.

Arsenal akhirnya mampu memetik gol saat pertandingan jalan 14 menit. Leandro Trossard mencetak gol pembuka itu.

Menerima umpan dari Martin Odegaard, Leandro Trossard melepaskan umpan dari jarak yang tekat. Bola mengarah ke sisi kiri gawang tanpa bisa dihentikan kiper tuan rumah.

Arsenal tak mengendurkan tekanan. Di menit ke-23, tendangan Gabriel Martinelli dari dalam kotak penalti, masih bisa diblok bek lawan.

Semenit kemudian, Mikel Merino menemukan ruang di kotak penalti. Dia mencoba melepaskan sundulan menyambut umpan tendangan pojok, tapi bola masih sedikit tinggi di atas gawang.

Tapi, di menit ke-29, Gabriel Martinelli tak lagi menyia-nyiakan kesempatan. Kali ini, dia menerima umpan Mikel Merino dan mencocor bola ke gawang Ipswich.

Pejuangan Ipswich makin berat setelah mereka tinggal bertarung dengan 10 pemain sejak menit ke-32. Wasiut Chris Kavanag tak punya pilihan lain kecuali mengusir Leif David akibat pelanggaran kasarnya.

Di menit ke-36, Bukayo Saka menerobos ke kotak penalti, melepaskan tembakan yang sayangnya masih menyamping.

Dua menit berselang, dia lagi-lagi menusuk ke kotak penalti. Lagi-laki, dia melepaskan tendangan yang sialnya masih melebar. 

Memasuki babak kedua, Arsenal tak menahan rem. Mereka terus saja menggila dan membuat pertahanan Ipswich selalu dalam tekanan.

Leandro Trossard kembali menjebol gawang lawan di menit ke-69. Dia bereaksi cepat untuk mencocor bola umpan Declan Rise di depan gawang tuan rumah.

Ethan Nwaneri yang masuk di babak kedua menggantikan Bukayo Saka, melengkapi sukses Arsenal. Dia menyelesaikan umpan Oleksandr Zinchenko untuk kian membenamkan Ipswich Town pada menit ke-88. (*)


Editor : Zulfirman