Irfan Hakim Buka Suara soal Polemik Denada–Ressa, Harap Jadi Awal Komunikasi
Irfan Hakim menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membenarkan adanya hubungan orang tua dan anak yang bermasalah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Irfan Hakim akhirnya angkat bicara terkait polemik hubungan antara Denada dan Ressa Rizky Rossano yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Dalam klarifikasinya, Irfan Hakim menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membenarkan adanya hubungan orang tua dan anak yang bermasalah.
Sebagai seorang ayah, Irfan Hakim menilai peran orang tua dalam mengurus dan membangun komunikasi dengan anak merupakan hal yang sangat penting. Menurutnya, kelalaian dalam pengasuhan maupun buruknya komunikasi antara ibu dan anak adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.
“Kalau ibu tidak mengurus anaknya itu salah. Kalau komunikasi antara ibu dan anak tidak baik, itu juga salah. Saya sebagai bapak tidak membenarkan hal seperti itu,” tegas Irfan.
Irfan juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendengar cerita dari kedua belah pihak, termasuk dari Denada. Namun, ia memilih untuk tidak mengungkapkan isi pembicaraan tersebut ke publik demi menghormati privasi masing-masing pihak.
Ia menekankan bahwa baik Denada maupun Ressa memiliki hak untuk menyampaikan versinya masing-masing, dan dirinya tidak berada dalam posisi untuk menyebarkan cerita pribadi siapa pun.
Menanggapi pernyataan kuasa hukum Denada yang menyebut Ressa sebagai anak kandung Denada, Irfan berharap polemik ini justru bisa menjadi titik awal komunikasi yang lebih baik antara ibu dan anak.
“Mudah-mudahan ini jadi awal komunikasi yang baik antara ibu dan anak. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini,” ujarnya.
Di akhir klarifikasinya, Irfan juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia menjelaskan alasan dirinya akhirnya membuat video klarifikasi, sesuatu yang jarang ia lakukan selama ini.
“Daripada jadi fitnah, lebih baik saya jelaskan. Ini bukan soal membela siapa pun, tapi soal waktu yang diputarbalikkan,” pungkas Irfan.
Editor : Firda Rachmawati

