Irfan Hakim Soroti Dedikasi Hartono Soekwanto: Mimpi Besar untuk Ikan Koi dan UMKM Indonesia
auh sebelum gelar "Duta Ikan Koi Indonesia" tersemat padanya, Hartono Soekwanto telah meniti sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi. Dalam benaknya, terpatri cita-cita luhur: mengangkat harkat dan martabat perkembangan ikan koi Indonesia, baik dari sisi pengembangbiakan maupun budidaya, hingga gaungnya mendunia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,- Jauh sebelum gelar "Duta Ikan koi Indonesia" tersemat padanya, hartono Soekwanto telah meniti sebuah perjalanan panjang penuh dedikasi. Dalam benaknya, terpatri cita-cita luhur: mengangkat harkat dan martabat perkembangan ikan koi Indonesia, baik dari sisi pengembangbiakan maupun budidaya, hingga gaungnya mendunia.
Tahun 2013 menjadi saksi bisu puncak kegigihannya. Kala itu, hartono menorehkan sejarah gemilang dengan menjuarai Grand Champion Nishikigoi Off the World 2013 di Jepang, menjadikannya seorang legenda di dunia perkopian. Prestasi itu bukanlah kebetulan semata; ia adalah buah dari proses belajar yang intensif selama kurang lebih 2 tahun 8 bulan di Negeri Sakura, hingga akhirnya berhasil membawa pulang gelar juara dengan ikan koi jenis Kohaku yang ia namai Mu-Lan Legend.
Kecintaannya yang mendalam terhadap Indonesia dan ikan koi tergambar jelas dalam keputusannya. Meskipun banyak penghobi berani menawar dengan nilai fantastis, hartono enggan menjual ikan koi juara dunianya itu. Ia lebih memilih untuk membawa Mu-Lan Legend kembali ke tanah air, dengan harapan besar agar keturunannya dapat dikembangbiakkan di Indonesia. Dedikasi ini tidak berhenti di situ; hartono dengan murah hati rajin memberikan benih ikan koi unggul kepada para petani, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Alasannya sederhana namun mulia: ia ingin para petani ikan koi di Indonesia memiliki bibit dengan garis keturunan yang unggul, sehingga dunia pun akan menghargai kualitas ikan koi dari negeri ini.
Sejarah perjalanan panjang inilah yang pada akhirnya mengukuhkan hartono Soekwanto sebagai sosok yang layak dijuluki Duta Ikan koi Indonesia. Kehormatannya bukan semata karena prestasi luar biasa yang ia raih, melainkan lebih dari itu, karena keinginan kuatnya yang tak pernah padam untuk terus mengembangbiakkan ikan koi demi kesejahteraan para penghobi dan peternak, sekaligus memberikan nilai ekonomi yang berarti.
Penilaian ini diamini oleh presenter kondang, irfan hakim. Saat para awak media menanyakan apakah hartono Soekwanto bisa disebut Duta koi Indonesia mengingat perjalanan panjang dan kontribusinya mengharumkan nama bangsa, Irfan tak ragu mengiyakan. Pertanyaan itu terlontar di kediaman irfan hakim di Kota Bekasi, Minggu, 28 Juli 2025, dalam suasana akrab saat hartono Soekwanto berkunjung, sekaligus memeriksa kayu besar dan binatang yang pernah diberikan hartono kepadanya.
"Bisa jadi (hartono Soekwanto menjadi Duta koi Indonesia), karena banyak sekali orang hebat, seperti sekarang saya ketemu dengan pak hartono," ujar irfan hakim.
Ia melanjutkan dengan refleksi mendalam, "Jadi gini, orang hebat itu banyak, orang berbakat banyak, orang kaya banyak, orang mampu banyak, tapi orang yang memikirkan orang lain itu jarang, orang yang mau berbagi, tidak takut dia merugi itu jarang, bahkan ketidaktakutan meruginya itu justru membuat dia lebih sejahtera, lebih berkah, berkah itu diluar kata-kata, di luar hitungan."
irfan hakim tak henti melontarkan pujian atas tekad hartono Soekwanto yang luar biasa terhadap perkembangan ikan koi di Indonesia. Bukan hanya karena visinya, tetapi juga kebaikan hati hartono yang membuat Irfan merasa begitu dekat, meskipun perkenalan mereka terbilang singkat. "Jadi sosok Pak hartono ini yang saya baru kenal beberapa minggu ini, tapi terasa sudah deket, karena satu visi-misi, satu pemikiran, satu tekad yang luar biasa. Jadi yaudah kaya tanpa paksaan, tanpa pamrih, tanpa mikir-mikir gitu ketika memberi ke semua orang itu tanpa mikir-mikir," pungkas Irfan.
Kolaborasi Inspiratif: Dari koi hingga UMKM
Dalam pertemuan yang hangat dan penuh keakraban itu, irfan hakim tak lupa mengajak hartono Soekwanto berkeliling melihat koleksi satwa peliharaannya, mulai dari aviary yang luas hingga ke aquarium Mega Tank yang megah. hartono tampak terperanjat melihat begitu banyaknya hewan peliharaan irfan hakim. Matanya kemudian terpaku pada dua ekor sapi albino dengan warna yang unik. "Saya kaget baru lihat koleksi Pak Irfan secara keseluruhan. Apalagi melihat sapi albino berwarna pink. Saya baru lihat," jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, hartono juga membawakan irfan hakim oleh-oleh kaos bertemakan binatang yang ia dapatkan dari negara lain. Momen ini dimanfaatkannya untuk menyuarakan harapannya terhadap dunia fashion Indonesia. Menurutnya, potensi fashion Indonesia jauh lebih besar, baik dari segi bahan maupun tema, mengingat kayanya industri tekstil di tanah air.
Dengan semangat membara, hartono mengajak seluruh anak muda, pelaku UMKM, maupun pemilik distribution store (Distro) lokal untuk terus berkreasi dan berinovasi demi membawa produk-produk mereka mendunia. Ia mengingatkan bahwa banyak daerah di Indonesia yang telah dikenal dengan dunia fashion-nya, salah satunya adalah Kota Bandung. "Ayo anak muda dan masyarakat Indonesia untuk terus semangat membangun industri fashion agar mendunia. Karena dengan talenta bangsa yang dimiliki, Indonesia yakin bisa bersaing dengan brand fashion yang sudah mendunia," seru hartono penuh keyakinan.
Tak berhenti di situ, hartono juga menyatakan niatnya untuk menyumbang pakan hewan kepada irfan hakim. Ia meyakini, apa yang mereka lakukan bersama—mencintai binatang dengan memberikan makanan dan tempat tinggal yang layak—akan dibalas oleh semesta dengan sendirinya. "Biar yang mendoakan kami adalah satwa-satwa yang merasakan keikhlasan yang kami lakukan seperti itu. Karena percaya gak percaya alam ini berdoa dengan caranya, pohon apalagi hewan berbicara dan berdoa dengan caranya, jadi ketika kita memberi mereka kenyamanan, kebahagiaan, mereka dengan caranya berdoa dan rezeki akan datang dengan sendirinya gitu," tutup hartono, menegaskan keyakinannya akan kekuatan kebaikan.
Editor : tantan


