Isyana Sarasvati Menangis di Panggung Usai Dengar Kabar Vidi Aldiano Meninggal Dunia

Isyana Sarasvati tidak kuasa menahan tangis saat berada di atas panggung setelah mendengar kabar Vidi Aldiano meninggal dunia

Isyana Sarasvati Menangis di Panggung Usai Dengar Kabar Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Isyana Sarasvati Menangis di Panggung Usai Dengar Kabar Vidi Aldiano Meninggal Dunia

INILAHKORAN.ID - Penyanyi Isyana Sarasvati tidak kuasa menahan tangis saat berada di atas panggung setelah mendengar kabar duka tentang sahabatnya, Vidi Aldiano, yang meninggal dunia. Momen haru itu terjadi ketika Isyana sedang tampil sebagai bintang tamu dalam sebuah acara musik.

Meski diliputi rasa kehilangan yang mendalam, Isyana tetap berusaha melanjutkan penampilannya di hadapan para penonton. Namun, emosi yang tertahan membuat suaranya sempat terdengar sumbang saat bernyanyi karena menahan tangis.

Saat membawakan lagu populernya berjudul Tetap Dalam Jiwa, Isyana terlihat berusaha tegar. Ia mencoba menyelesaikan lagu tersebut meskipun berkali-kali harus menahan air mata.

Melihat kondisi tersebut, para penonton memberikan dukungan dengan ikut bernyanyi bersama serta menyemangati Isyana dari bawah panggung. Suasana konser pun berubah menjadi momen penuh haru.

Dalam penampilannya, Isyana juga mempersembahkan lagu favorit Vidi yang berjudul Terima Kasih Dariku. Lagu tersebut dibawakan sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan cinta kepada sahabatnya yang telah berpulang.

Isyana juga menyampaikan pesan duka secara langsung di atas panggung. Ia mengenang Vidi sebagai salah satu sahabat terbaik yang pernah hadir dalam hidupnya.

“Vidi itu adalah salah satu hadiah terbaik yang Tuhan pernah berikan untuk aku,” ujar Isyana dengan suara bergetar.

Vidi Aldiano Dimakamkan di Tanah Kusir

Sementara itu, jenazah Vidi Aldiano dijadwalkan dimakamkan pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di TPU Tanah Kusir.

Penyanyi yang dikenal dengan sejumlah lagu hits tersebut mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit kanker selama kurang lebih enam tahun.


Editor : Firda Rachmawati